Oleh : Ferry R.J. Sangian, (Tokoh Masyarakat Sulut)
Calon anggota DPR/DPRD (UU No.7 thn 2017) minimal Usia 21 tahun UU pemenuhan syarat usia jika di tinjau usia 21-27 thn bagian dari komunitas usia Gen-Z sebagai warga negara bisa di calonkan anggota legeslatif Partai politik sebagai lembaga resmi menjadi kereta kencana sebagai pintu masuk mencalonkan anggota legesletif.
Hal ini menjadi tantangan bagi partai politik kedepan dalam merekrut kader menjadi calon legeslatif.
Partai politik harus melihat peluang kekuatan politik komunitas Gen-Z.
Suatu keniscayaan jika dalam kontestasi politik ada anak muda yang berkelompok 5(lima) orang mengusung rekan sejawatnya menjadi anggota legeslitif terpilih, karena penguasaan teknologi digital.
Generasi Z di era digital menghadapi tantangan dan peluang signifikan dalam perpolitikan.
Berikut beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan:
Tantangan :
- Ketergantungan pada teknologi : Generasi Z rentan terhadap kecanduan teknologi, yang dapat mengurangi interaksi sosial langsung dan mempengaruhi keterampilan komunikasi serta empati.-
- Adaptasi sosial dengan lingkungan*: Jika generasi Z yang tumbuh di era digital kurang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berbeda, seperti lingkungan politik yang lebih tradisional.
- Peluang :
- *- Akses informasi luas : Generasi Z memiliki akses tak terbatas ke informasi dan pengetahuan melalui internet, memungkinkan mereka untuk belajar secara mandiri dan mengembangkan keterampilan lebih cepat.-
- *Keterlibatan sosial*: Generasi Z cenderung lebih peduli dengan isu-isu sosial, lingkungan, dan keadilan, serta menggunakan platform digital untuk menyuarakan pendapat dan membuat perubahan positif.-
- *Karier di dunia digital*: Generasi Z memiliki peluang karier yang luas di dunia digital, seperti desain grafis, media sosial, pengembangan aplikasi, dan pemasaran digital.-
- *Partisipasi politik*: Generasi Z dapat menggunakan teknologi untuk memantau informasi politik, memahami isu-isu yang relevan, dan terlibat dalam proses demokrasi Dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang ini.
- Generasi Z perlu belajar mengelola kecanduan teknologi, menjaga kesehatan mental, dan memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh dunia digital untuk berinovasi dan membawa perubahan positif bagi masyarakat.
- Pendidikan politik yang efektif dan relevan dapat membantu Generasi Z mengembangkan pengetahuan dan keterampilan politik yang diperlukan untuk menjadi agen perubahan yang efektif. (Red/***)








