Talaud Lambeturah– Langkah tegas dan trengginas Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Talaud dalam memberantas tindak pidana korupsi secara tanpa pandang bulu, khususnya pada periode 2024-2025, mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat.
Kali ini datang dari Tokoh Adat Masyarakat Talaud sekaligus Penggiat Anti Korupsi Kristian Bastian Aesong.
Pria yang akrab disapa KBA tersebut menilai bahwa langka Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud Edwin Ignatius Besar, S.H, M.H bersama jajarannya telah berhasil mengobarkan semangat pemberantasan korupsi dengan tanpa pandang buluh jauh diatas ekspektasi publik di Bumi Porodisa (Talaud-red).
“Kejari Kepulauan Talaud dibawah kepemimpinan Kajari Edwin Ignatius Beslar, S.H,M.H telah mampu menorehkan prestasi dari segi pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu di kabupaten Kepulauan Talaud”. Ujar KBA kepada Redaksi Lambeturah, Kamis (22/01/2026).
Berikut adalah poin-poin utama terkait langkah Kejari Talaud:
Selanjutnya KBA menilai bahwa penetapan para tersangka yang diduga telah mengeruk uang negara oleh Kejari Kepulauan Talaud merupakan komitmen Aparat Penegak Hukum yang berintegritas dalam semangat pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu.
“Kejari Talaud telah bekerja maksimal dalam pemberantasan korupsi di Bumi Porodisa dengan meringkus beberapa tersangka yang diduga kuat terlibat dalam kasus tindak pidana korupsi, termasuk keterlibatan pejabat publik. Salah satunya adalah penetapan Kepala Dinas (Kadis) PUTR Kabupaten Kepulauan Talaud sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan pada November 2025. Tegas KBA.
KBA juga menyampaikan apresiasi dan dukungan atas keberhasilan pihak Kejari Talaud dalam mengungkap berbagai kasus rasuah yang merugikan negara dan rakyat.
Penanganan berbagai kasus korupsi menonjol oleh Kejari Talaud seperti dugaan korupsi Gerakan Daerah Orang Tua Asuh (GD-OTA) dengan nilai miliaran rupiah, di mana beberapa orang telah diperiksa. Selain itu, ada penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan GOR.
“Sudah banyak kasus korupsi yang berhasil diungkap oleh Kajari Talaud bahkan para terduga pelaku sudah ada yang masuk bui diluar yang sementara berproses hukum, Jadi kalau ada yang meragukan bahkan menuding bahwa Kejari Talaud itu gagal dalam pemberantasan korupsi di Talaud itu salah besar”. Pungkas KBA.
Berdasarkan pantauan Redaksi bahwa Dukungan Masyarakat dan LSM atas berbagai langkah berani Kajari Talaud terus mengalir bahkan memicu apresiasi dari masyarakat dan penggiat anti-korupsi yang mendesak pengusutan tuntas hingga ke akar-akarnya.
Masyarakat Talaud menaruh harapan besar pada kejujuran dan ketegasan aparat hukum.
Tindakan Humanis dan Tegas dari Kejari Talaud menegaskan bahwa penegakan hukum dilakukan secara tegas tanpa pandang bulu namun tetap humanis, tidak hanya sekedar isapan jempol.
Semantara itu Kajari Kepulauan Talaud, Edwin Ignatius Beslar saat dimintai tanggapannya seputar derasnya dukungan publik atas berbagai langkah Kejari Talaud dalam penanganan berbagai kasus korupsi menyatakan terimakasih atas atensi dan dukungan publik terhadap Kejari Talaud dalam mengemban amanah pemberantasan korupsi dan berbagai kasus hukum lainnya. (Red***)








