Lawatan Pimpinan Kodaeral VIII Manado Laksda Dery Triesananto Suhendi Ke Talaud Dinilai Sebagai Bentuk Dedikasi Seorang Pemimpin Dalam Merawat Sisi Kemanusiaan.

TALAUD, Lambrturah – Lawatan Pimpinan Komondo Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII Manado Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E, M.Tr.Opsla, ke Kabupaten Kepulauan Talaud, Selasa (27/01/2026) pasca insiden penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum prajurit TNI AL terhadap warga sipil di Melonguane beberapa hari yang lalu.

 

Kedatangan Jenderal TNI AL Bintang Dua tersebut dinilai akan menjadi tonggak sejarah akan akan pentingnya rekonsiliasi dan memupuk rasa hormat antar sesama anak bangsa tanpa terkecuali, terlebih khusus segelintir aparat yang kerap berlaku arogan dan memandang kekerasan sebagai solusi dalam menyelesaikan permasalahan.

Tokoh masyarakat Kepulauan Talaud, Godfried Timpua, memberikan apresiasi yang mendalam kepada Komandan Komando Armada (Koarmada) VIII Manado, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, SE, M.Tr. Opsla, atas langka persuasif penuh dedikasi dengan mengedepankan sisi kemanusiaan dalam menyelesaikan persoalan sempat membuat seantero Tanah Porodisa bergejolak.

Selanjutnya Mantan Ketua Fraksi Ampera di DPRD Talaud tersebut menyatakan salut dan rasa hormat kepada Pimpinan TNI AL atas penanganan cepat dan profesional terhadap para oknum TNI AL yang diduga keras telah melakukan kejahatan pisik dalam bentuk penganiayaan terhadap warga sipil di Melonguane.

“Kami mengapresiasi penanganan yang sangat cepat dan profesional. Ini menunjukkan komitmen TNI AL dalam menjunjung tinggi supremasi hukum dan nilai-nilai kemanusiaan,” Ujar Godfried Timpua usai penjemputan rombongan pimpinan TNI AL Kodaeral VIII Manado, Selasa (27/012026).

Godfied Timpua menambahkan bahwa kehadiran Pimpinan TNI AL di Tanah Porodisa menjadi sangat krusial dalam memulihkan kepercayaan masyarakat Talaud terhadap institusi TNI AL dalam merajut kebersamaan dari sisi kemanusiaan, sekaligus meyakinkan publik bahwa kasus dugaan penganiayaan yang sementara di tangani oleh Pihak TNI AL akan diselesaikan secara adil dan transparan.

“Kedatangan Pimpinan TNI AL kali ini tidak hanya kunjungan seremonial tapi sebuah langkah bijak dari seorang pemimpin dalam merawat perasaan masyarakat Talaud yang sempat tergores akibat prilaku tak terpuji dari oknum yang melakukan kekerasan dengan melalaikan, Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI sebagai pedoman dalam menjalankan tugas Negara”. Ujar Timpua.

Dalam pandangan terakhirnya Tokoh Adat yang terkenal tegas namun santun tersebut mengimbau masyarakat, termasuk korban dan keluarga, untuk dapat membuka ruang rekonsiliasi demi menjaga stabilitas sosial dan kedamaian di Talaud khususnya Melonguane.

“Percayalah, di balik peristiwa ini Tuhan akan membuka pintu berkat bagi kita semua karena luka akan sembuh apabila diobati dan derita kemanusiaan akan berakhir apabila kita berempati dengan mengedepankan rasa hormat atas keberadaan orang lain.

“Percayalah, di balik peristiwa ini Tuhan akan membuka pintu berkat bagi kita semua,” Ujar Timpua menguatkan pihak korban sambil mengutip ayat suci Alkitab Roma 12:19, yang menekankan agar keadilan tidak ditegakkan melalui pembalasan pribadi, melainkan diserahkan kepada Tuhan dan mekanisme hukum yang sah. (Red****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *