LambeTurah24. MANADO – Suasana di kawasan Kelurahan Kleak, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, mendadak geger pada Kamis (10/9/2026) petang. Pertengkaran yang diduga dipicu pesta minuman keras berujung maut setelah seorang buruh tewas ditikam menggunakan pisau dapur.
Korban diketahui bernama Amsur Muarif Solota (20), warga Desa Sidodadi, Kecamatan Sangkub, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut). Nyawanya tak tertolong setelah mengalami luka tikam serius di bagian dada sebelah kiri.
Sementara terduga pelaku berinisial AP alias Alvulan (23), yang juga merupakan warga Desa Sidodadi, Kecamatan Sangkub, Bolmut. Pelaku diketahui bekerja sebagai buruh pada sebuah pabrik tahu.
Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 18.15 WITA, tepatnya di depan pabrik tahu yang berada di Kelurahan Kleak Lingkungan IV, Kecamatan Malalayang.
Dari informasi yang dihimpun Berdasarkan keterangan awal pelaku kepada petugas, sebelum kejadian dirinya tengah mengonsumsi minuman keras bersama korban dan seorang pria bernama Abdul Kodir di halaman pabrik tahu tempat korban bekerja. Dalam kondisi dipengaruhi miras, ketiganya kemudian terlibat pertengkaran. Situasi semakin memanas hingga pelaku mengaku dikeroyok oleh korban bersama Abdul Kodir.
Pelaku kemudian masuk ke dalam pabrik tahu dan mengambil sebilah pisau dapur.
Bukannya mereda, pertengkaran kembali berlanjut saat pelaku keluar dari dalam pabrik. Ketegangan kembali memuncak ketika korban disebut memukul pelaku.
Dalam situasi tersebut, pisau yang berada di tangan pelaku kemudian ditikamkan ke arah korban. Tikaman itu mengenai bagian dada sebelah kiri.
Korban langsung terkapar. Karyawan pabrik dan warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke RS Bhayangkara Manado untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, upaya tersebut tak membuahkan hasil.
Sekitar pukul 18.30 WITA, korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak medis akibat luka tikam yang dideritanya.
Sementara itu, setelah kejadian, pelaku masih berada di sekitar lokasi dan kemudian diamankan warga. Ketua Lingkungan I Kelurahan Karombasan Utara, Steven Sekeon, yang datang ke lokasi setelah menerima informasi adanya penikaman melalui Call Center 112, mendapati korban telah dievakuasi warga ke rumah sakit. Sedangkan pelaku masih berada di tempat kejadian.
Steven kemudian menghubungi pihak kepolisian untuk mengamankan pelaku. Tak ingin pelaku melarikan diri, personel kepolisian langsung bergerak melakukan pengejaran. Sekitar pukul 18.41 WITA, Tim URC yang dipimpin Kanit URC Aipda Jurawan berhasil mengamankan pelaku.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga peristiwa tersebut dipicu pertengkaran yang terjadi setelah pesta minuman keras. Korban dan Abdul Kodir diketahui memiliki hubungan saudara dengan pelaku. Keduanya juga merupakan pekerja di pabrik tahu tersebut, sementara pelaku datang sebagai tamu dan ikut mengonsumsi minuman keras.
Semntara itu Kapolsek Malalayang AKP Imanuel Lord Steven Taniowas, SH ketika di konfirmasi membenarkan adanya penangkapan tersebut.” Pelaku tersebut sudah kami amankan. Dan saat ini sedang manjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Petugas telah mendatangi lokasi kejadian, melakukan pengumpulan bahan keterangan serta mengecek kondisi korban di rumah sakit.
Polisi juga mengarahkan pihak keluarga korban untuk membuat laporan resmi di Polresta Manado guna proses hukum lebih lanjut.
Selanjutnya, barang bukti yang digunakan dalam aksi penikaman diamankan oleh pihak kepolisian untuk kepentingan penyidikan.
Kepolisian juga mengimbau keluarga korban agar mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi. Kasus ini kini dalam penanganan pihak kepolisian untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa hingga berujung pada hilangnya nyawa korban.” Ujarnya (Pra)








