LambeTurah24. MANADO – Bukan sekadar duduk dan menikmati kopi, Rumah Kopi Tikala, Manado, menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, masukan, hingga keluhan secara langsung kepada Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol Yudo Hermanto, S.I.K., M.M., Selasa (27/10/2026).
Dalam suasana santai dan penuh keakraban, Kapolda Sulut berdialog langsung dengan warga serta komunitas yang berkumpul di Rumah Kopi Tikala. Berbagai pandangan dan persoalan yang dirasakan masyarakat, khususnya terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Manado, menjadi bagian dari pembicaraan.
Tanpa sekat forum formal, pertemuan tersebut membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, harapan, maupun kritik secara terbuka. Komunikasi langsung ini menjadi salah satu upaya membangun kedekatan antara kepolisian dan masyarakat sekaligus memahami persoalan yang berkembang di tengah kehidupan warga.
Kapolda Sulut juga memberikan kesempatan kepada komunitas Rumah Kopi Tikala untuk menyampaikan saran dan masukan sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian. Dialog seperti ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi dua arah, sehingga berbagai persoalan yang berkaitan dengan kamtibmas dapat diketahui dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sulut didampingi Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid, S.I.K., Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Endrastiawan Seriawibowo, S.I.K., Wali Kota Manado Andrei Angouw, Ketua FKUB Kota Manado Pdt. Yudi Tunari, serta sejumlah tokoh masyarakat dan komunitas kopi Jalan Roda.
Kehadiran unsur kepolisian, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan komunitas menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi untuk menjaga keamanan serta menciptakan suasana Kota Manado yang aman dan kondusif.
Lebih dari sekadar pertemuan santai, dialog di Rumah Kopi Tikala menjadi gambaran pentingnya komunikasi terbuka antara aparat dan masyarakat. Aspirasi warga menjadi masukan yang dapat membantu kepolisian memahami kebutuhan di lapangan, sementara keterlibatan masyarakat turut mendukung upaya menjaga ketertiban bersama.
Melalui pendekatan humanis dan komunikasi langsung, Polda Sulawesi Utara terus mendorong terbangunnya hubungan kemitraan dengan masyarakat, termasuk dengan membuka ruang bagi kritik, saran, dan keluhan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan publik.
Sebab, menjaga Manado tetap aman bukan hanya tugas kepolisian, tetapi juga membutuhkan kepedulian, komunikasi, dan kerja sama seluruh elemen masyarakat.
(Pra)








