
MANADO – Sekelompok pengusaha keturunan China mulai ramai – ramai menolak memilih Andrei Angouw di Pilkada 2024. Selain pengusaha ada juga mantan anggota DPRD Manado yang menyadari keanehan kebijakan Andrei Angouw di sektor perpajakan. Penolakan Andrei Angouw karena Walikota Manado tersebut menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) 400 persen.”Kita ini orang China maksudnya pengusaha keturunan China. Dulu biasa bayar PBB Rp1 juta. Tapi sekarang naik Rp5 juta. Sudah negosiasi minta penurunan Rp3 juta tapi tidak bisa. Ditolak,” ujar salah satu pengusaha toko keturunan China di Manado.Keluhan yang sama disampaikan RS, mantan anggota DPRD Manado.”Dulu saya bayar PBB Rp300 ribu tapi sekarang Rp 1 juta. Kaget tapi itu yang terjadi,” ungkap RS.Menyadari pemerintahan AARS yang haru biru menaikan pajak tanpa menyerap aspirasi masyarakat, para pengusaha dan warga memilih mendukung Imba-Ivan. Mereka mengaku kapok memilih AARS.”Jangan sampai dia menang dan menaikkan PBB periode berikut 1000 persen. Jangan sampai ada penjajahan di sektor-sektor perpajakan,” terang mereka.Terpisah aktivis mengatakan pendapat bahwa PBB untuk menyokong pembangunan daerah tak sepenuhnya benar. Karena atas nama pembangunan, penguasa sering memetik keuntungan di atas 22,5 persen anggaran sebuah kegiatan atau item infrastruktur yang ditata di APBD.”Hati – hati dengan modus pembangunan. Bikin trotoar 300 meter anggaran Rp10 miliar, boleh jadi Rp3 miliar masuk kantong penguasa melalui Kuasa Penggunaan Anggaran. Ini sudah lasim dimana-mana,” ujar Sorongan.Dia mengatakan, ada korelasi yang jelas antara dua kontraktor inisial ELo dan HM yang selama ini memborong semua proyek di Dinas PU Manado dengan kenaikan PBB.”Dengan PBB naik, boleh jadi periode berikutnya akan ada pembangunan infrastruktur yang masif tanpa pembahasan dewan dan hanya dikelola ELo dan HM. Jumlah anggarannya suka-suka mereka. Masyarakat yang harus waspada dengan calon pemimpin seperti ini,” terang Sorongan. (EPO)







