Lambeturah24, Talaud– Lima warga Desa Marampit yang sempat hilang selama hampir dua hari akhirnya ditemukan dalam kondisi lemas dan trauma pada hari selasa tanggal 02 Desember 2025.
Pemerintah desa Marampit bersama masyarakat sekitar telah melakukan pencarian terhadap ke 5 (lima) korban yang dilaporkan hilang pada hari minggu tanggal 30 November 2025, sekira pukul 21.00 wita saat melakukan penyeberangan dengan menggunakan speedboad dari Desa Taturan Kecamatan Gemeh menuju Desa Marampit Kecamatan Nanusa.
Warga yang melakukan pencarian menggunakan perahu di belakang pulau kakorotan dan sekira jam 15.00 wita warga menemukan ke 5 (Lima) korban tersebut dalam keadaan lemas dan trauma.
Kemudian warga langsung membawa 5 korban ke desa marampit dan selanjutnya untk mendapatkan perawatan medis dari Puskesmas Marampit.
Adapun Identitas korban :
1. Nama : SAPRUDIN T
• Umur : –
• Pekerjaan : –
• Agama: Kristen Protestan
• Alamat : Desa Marampit Kec. Nanusa Kab. Kepl. Talaud.
2.- Nama : DANDI T
– Umur : –
– Pekerjaan : Nelayan
– Agama :Kristen Protestan
– Alamat : Desa Marampit Kec. Nanusa Kab. Kepl. Talaud
3. -Nama : ELBERT A
– Umur : 35 Tahun
– Pekerjaan : Nelayan
– Agama : Kristen Protestan
– Alamat : Desa Marampit Timur Kec. Nanusa Kab. Kepl. Talaud
4. -Nama : FERDI T
– Umur : 49 Tahun
– Pekerjaan : Kepala Desa Marampit
– Agama : Kristen Protestan
– Alamat : Desa Marampit Kec. Nanusa Kab. Kepl. Talaud.
5.- Nama : HENDRA M
– Umur : 39 Tahun
– Pekerjaan : Swasta
– Agama : Kristen Protestan
– Alamat : Desa Marampit Timur Kec. Nanusa Kab. Kepl. Talaud
Kronologis kejadian
Keterangan Saksi :
Bahwa pada hari minggu tanggal 30 November 2025, sekira Pukul 21.00 wita, benar speedboad yang dikemudikan oleh lelaki FERDI T (Kades Marampit) yang bertolak dari pelabuhan desa taturan menuju pulau marampit mengalami mati mesin dikarenakan kehabisan BBM yang membuat mereka hanyut sampai di belakang pulau Kakorotan Kecamatan Nanusa.
Pihak kepolisian sektor Nanusa melalui Kapolsek AKP Lucky Mangundap mengimbau warga untuk selalu berhati hati dan mengingatkan agar masyarakat maupun nelayan yang berlayar pada malam hari selalu menyalakan lampu tanda dan memastikan kapal memenuhi standar keselamatan.
Selain itu, Mangundap menghimbau masyarakat untuk menggunakan pelampung dan selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di laut untuk mencegah terjadinya laka air yang bisa merugikan banyak pihak. (Red/Kevin/Rilis)












