Lambeturah24 – – Ajang kontestasi pemilihan Ketua KONI Manado mulai memanas, Aktivis ternama Sulut Calvin Castro yang bakal maju sebagai Kandidat mulai diserang secara pengecut di media sosial, timbul beragam reaksi dari berbagai kubu termasuk dari kubu yang diduga dimotori oleh Wakil Walikota Manado dr Richard Sualang.
Sejumlah kepanikan dari lawan tanding terus bermunculan Pasca Staf Kusus Gubernur Recky Langie dan Christian Yokung datang langsung mengantar Calvin Castro ketempat pendaftaran.

Pemilik akun Facebook Breinda Enda yang teridentifikasi berkerja sebagai sopir Sualang mulai menyerang secara personal terhadap Calvin Castro dengan menghamburkan penggalan video lama yang isinya peristiwa penangkapan Calvin Castro oleh Resmob Polda Sulut pada tahun lalu di Kawasan Megawas.
Kendati tak terbukti melakukan sebuah tindak kejahatan namun kehormatan seorang Calvin Castro terus di serang diruang publik melalui unggahan di media sosial dengan tujuan meruntuhkan kredibilitas Sang Aktivis serta mempengaruhi konstituen dengan cara yang licik agar konstituen yang memiliki hak pilih dapat dipengaruhi untuk tidak memilih Calvin Castro dalam kontestasi mendatang.
Berdasarkan penelusuran Redaksi bahwa ternyata Kandidat Ketua KONI Manado, Calvin Castro tidak terbukti atau setidaknya tidak cukup bukti melakukan sebuah tindak kejahatan seperti yang santer diedarkan lawan tanding di media sosial, hal ini dapat dilihat dari Surat yang dikeluarkan Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sulawesi Utara dengan Nomor : SP.Kap/8.es/III/2024/ Dit Reskrimun yang intinya menyatakan bahwa Calvin Castro tidak cukup bukti melakukan sebuah tindak pidana.
Menanggapi penyebaran video tersebut, Calvin Castro hanya menegaskan urusan itu sudah lama selesai.
Caatri bahkan merinci secara detail perihal penjebakan dirinya oleh oknum sampai akhirnya Ia pernah ditangkap Resmob karena sebuah urusan yang melibatkan oknum wartawan dan mafia solar ternama di Sulut.
“Jadi dalam suatu waktu, salah satu wartawan meminta tanggapan saya sebagai aktivis soal bisnis gelap solar subsidi. Saya persilahkan dia menulis secara terukur. Dan setelah berita itu keluar, ada oknum wartawan lain yang kemudian menghubungi mafia solar berinisial FL alias Fokla untuk menyiapkan uang tunai Rp 100 juta untuk take down berita. Tanpa sepengetahuan Saya oknum wartawan itu memaksa Fokla untuk mengantar uang ke sebuah rumah makan di kawasan Megamas”. Ujar Calvin Castro mengungkap perihal kejadian yang sebenarnya.
Fokla yang gerah karena diintimidasi wartawan kemudian menghubungi Resmob untuk siap siaga di lokasi yang ditunjuk wartawan tersebut. Seketika ketika Fokla tiba di lokasi dan langsung melepas tas plastik uang ke samping Calvin Castro. Resmob langsung menangkap Calvin tanpa kompromi.
Selanjutnya Calvin diperiksa di Polda Sulut termasuk wartawan yang menjadi sumber awal masalah tersebut, namun Calvin dibebaskan karena tidak cukup bukti. Ia hanyalah korban penjebakan dari oknum mafia solat yang merasa aktivitasnya terganggu.
“Kini kasus itu diungkit kembali namun bukan karena penegakan hukum tapi karena ada pihak yang sangat berambisi menjegal Saya dalam kontestasi pemilihan ketua KONI Manado, Sungguh Licik” Tandasnta.
Sementara itu sejumlah konstituen yang memiliki hak suara dalam kontestasi pemilihan ketua KONI Manado, Kepada Radaksi mengaku tak terpengaruh oleh informasi sesat yang hanya di pakai untuk menyerang kehormatan orang lain.
“Bagi kami Calvin Castro masih menjadi figur yang tepat memimpin KONI Manado kedepan, dan kami tak akan terpengaruh oleh cara cara pengecut dari pihak yang tak bertanggungjawab, dan bagi kami pihak yang menghalalkan segala cara demi memuaskan ambisi tak layak memimpin KONI Manado”. Ujar konstituen tersebut sambil meminta namanya untuk disimpan.
Sampai berita ini naik tayang pihak Wakil Walikota Manado dr. Richard Sualang belum bisa dihubungi untuk dikonfirmasi (Red***)








