Catatan Redaksi Akhir Tahun 2025.
Talaud, Lambeturah24– Polisi yang humanis adalah insan Bhayangkara yang mampu merawat kebhinekaan, menghormati pluralisme, dan memiliki jiwa nasionalis adalah pilar penting dalam menjaga keutuhan dan kerukunan suatu bangsa, terutama di negara yang beragam seperti Indonesia.
Beranjak dari falsafah Poliri adalah pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat yang dapat dipercaya, membuat Penulis sebagai Pemimpin Redaksi Media Lambeturah24.com terpanggil untuk menulis jejak, komitmen, dan sikap patriotis dari Kapolres Talaud AKBP. Arie Sulistyo Nugroho,S.I.K, M.H sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian kepada Bangsa dan Negara di Daerah Perbatasan sekaligus pijakan inspirasi bagi generasi muda yang menghormati makna sebuah dedikasi.

Tulisan ini dirangkum oleh Redaksi dari berbagai sumber termasuk testimoni Tokoh Masyarakat Talaud yang mengapresiasi kiprah dan pengabdian dari AKBP. Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K, M.H kepada Bangsa dan Negara sebagai Kapolres di Kabupaten Kepulauan Talaud.
Sebagai seorang Prajurit Bhayangkara sejati yang mengabdi di daerah terluar, tentunya tanggung jawab kepada rakyat dan Negara dari Suami tercinta Ny. Hikmawati Arie Sulistyo Nugroho tersebut sangatlah besar.
Mengingat kehadiran polisi di tengah masyarakat memiliki makna yang sangat fundamental dan multifaset, dimana pemeliharaan keamanan dan ketertiban umum (harkamtibmas), di Sembilan Polsek serta perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada seluruh masyarakat Talaud, menjadi kewajiban sekaligus tanggung jawab pengabdiannya.
Sebagai Wartawan yang telah puluhan tahun malang melintang di dunia jurnalis, Penulis betusaha merangkai sebuah deskripsi atas penilaian publik yang dirangkum dalam “Testimoni” lintas tokoh masyarakat Talaud yang menggambarkan gaya kepemimpinan AKBP. Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K, M.H yang dinilai Santun dan Humanis dalam merawat kebhinekaan.

Ketua Umum Sinode Gereja Masehi Injili Talaud (Germita), Pdt. Dr. Arnold Apolos Abbas, M.Th kepada Redaksi memberikan testimoni Pria jebolan AKPOL tahun 2025 tersebut.
Menurutnya, AKBP. Arie Sulistio Nugroho adalah figur pemimpin humanis bijak dan sangat layak jadi panutan.
“AKBP. Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K, M.H adalah salah satu kapolres paling humanis yang pernah ada dan mengabdi di Tanah Porodisa (Talaud-red), betapa Ia dalam menjalankan tugasnya selalu mengedepankan sisi kemanusiaan dengan jiwa Nasionalis dalam merawat kebhinekaan”. Ujar Pendeta Arnold yang dikenal selalu santun dalam berkomunikasi.
Selanjutnya, Tokoh Sentral Gereja Masehi Injili Talaud (Germita) tersebut menambahkan bahwa derajat toleransi yang paling tinggi dalam merawat kebhinekaan yang dilakukan oleh Suami tercinta Ny. Hikmawati Arie Sulistyo Nugroho tersebut adalah ketika pengamanan 289 Gereja yang tersebar di seantero Tanah Porodisa (Talaud-red) saat perayaan Natal 25 Desember 2025 banyak personil dari jajaran Polres Talaud yang menggunakan busana berupa topi ala Santa Claus, yang di daerah tertentu justru penggunaan atribut tersebut perna menjadi polemik dan dianggap haram oleh sebagian masyarakat yang memahami keberagaman (Intoleran).

“Kami sebagai pimpinan Gereja khususnya Germita sangat salut dan menghormati sikap dari Kapolres AKBP. Arie Sulistyo Nugroho,S.I.K, M.H, Sebagai seorang muslim yang taat beliau telah mengajarkan bagaimana caranya memahami keberagamaan dengan sempurna seksligus menjadi citra yang sangat positif bagi Polri khususnya di Talaud yang mayoritasnya beragama Nasrani tentang pentingnya sikap patriotik dan nasionslis bagi seorang pemimpin”. Pungkas Pendeta Arnold Abas kepada Redaksi Lambeturah24.
Sementara itu salah satu Ulama dan Tokoh Muslim di Talaud, Zubair Hengkebohang kepada Redaksi baru baru ini juga memberikan testimoni tentang ketokohan Ayahanda terkasih dari Arjuna Putra, Frisya Kharisma dan Nayyara Nur Nugroho tersebut.

Menurutnya, meski memiliki prestasi yang cemerlang dalam karier Kepolisian dengan berhasil meraih jabatan stategis di usia yang tergolong muda, tidak membuat pria kelahiran Semarang, 10 Januari Tahun 1984 silam tersebut menjadi jumawa namun rasa syukur atas nikmat dan rahmat dari Allah SWT justru selalu terpancar dalam denyut pengabdiannya.
“AKBP. Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K, M.H adalah figur panutan, lisannya selalu terpimpin dan penuh dedikasi, hatinya selalu diliputi rasa welas asih, Ia (Kapolres Talaud-red) tipe pemimpin yang berbudi luhur yang taat pada Agamanya, setia pada Bangsanya, dan juga cinta pada Rakyat dan Sesamanya”. Ujar Ulama yang akrab disapa Pak Haji Bai tersebut.
Disisi lain, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Kepulauan Talaud Seprianton Saranaung, juga memberikan testimoni yang hampir sama tentang dedikasi dari Seorang Pamen Polisi yang iklas mengabdi di pelosok dalam tugas panggilan Negara sebagai Kepala Kepolisian Resor Talaud.
Menurutnya publik di Talaud sangat mendambakan akan hadirnya sosok pengayom yang humanis, santun dan menghormati kebhinekaan sehingga Polri menjadi institusi yang lebih dekat, dipercaya, dan dihormati oleh masyarakat.
“AKBP. Arie Sulistyo Nugroho,S.I.K, M.H memiliki jejak yang baik sebagai seorang aparat yang Humanis, Santun dan Merawat Kebhinekaan karena mampu memperlakukan masyarakat Talaud dengan martabat dan rasa hormat, menjunjung tinggi hak asasi manusia, dengan mengedepankan pendekatan persuasif serta empatik dalam interaksi dengan masyarakat, serta tidak diskriminatif dalam menjaga kerukunan antar suku, agama, ras, dan golongan”. Tutur Ketua SMSI menguraikan pengamatannya.

Berikut Sekelumit Informasi tentang wilayah dan tempat dari AKBP. Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K, M.H mengabdi yaitu kabupaten Kepulauan Talaud.
Terletak di ujung Utara Indonesia, berbatasan langsung dengan Negara Filipina, Kabupaten Kepulauan Talaud secara astronomis, terletak antara 3° 38′ 00″ hingga 5° 33′ 00″ Lintang Utara (LU) dan 126° 38′ 00″ hingga 127° 10′ 00″ Bujur Timur (BT).
Selain rawan dari berbagai isu berpotensi merusak keutuhan bangsa, secara geografis Kabupaten Talaud juga merupakan wilayah bahari yang luas dengan tantangan alam yang sangat ekstrim, bahkan yang paling mengkhawatirkan adalah Talaud berada tepat dijalur Cincin Api Pasifik sehingga sangat rawan akan terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami.
Kemudian Pemerintah Republik Indonesia berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 63 Tahun 2020 menetapkan bahwa kabupaten Kepulauan Talaud salah satu daerah di Indonesia yang termasuk kategori wilayah Tertinggal, Terdepan, Terluar dan Terpencil dengan memiliki banyak pulau kecil yang terluar dan terpencil seperti Miangas dan Marampit sehingga memiliki keterbatasan pembangunan infrastruktur, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. (Red/Pmn/***)








