Talaud, Lambeturah– Kesigapan Polri dalam melindungi dan menyelamatkan masyarakat dari berbagai kesulitan dan mara bahaya di Kabupaten Kepulauan Talaud kian mendapatkan tempat yang berharga dihati masyarakat Tanah Porodisa.
Hal ini sangat terlihat dari apresiasi publik di Talaud terhadap aksi heroik Kapolsek Melonguane Ipda E.V Gagola, SH yang menerjang Banjir dalam membantu warga di Desa Tarun Selatan, Senin (05/01/2026)
Tokoh Masyarakat Talaud, Hariono Bowonseet kepada Redaksi mengungkapkan kekagumannya terhadap kinerja Polri di Kepulauan Talaud, seperti yang dilakukan oleh Kapolsek MelonguaneĀ Ipda E.V Gagola, SH membuktikan komitmen Polri dalam memberikan teladan sebagai sentuhan dan wujud Polri berasal dari dan untuk masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kinerja Polri khususnya di kabupaten Kepulauan Talaud, karena kehadiran Polri saat ini ditengah masyarakat tak lagi sebatas petugas yang menjalankan amanah dalam keamanan dan ketertiban masyarakat tapi sudah jauh merujuk pada sosok pengayom yang selalu ada dan hadir ditengah masyarakat sebagai solusi dalam berbagai kondisi sosial, sehingga implementasi dari falsafah bahawa Polri berasal dari dan untuk masyarakat benar terwujud”. Ujar Mantan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Talaud tersebut
Diketahui bahwa banjir yang terjadi merupakan akibat dari curah hujan dengan intensitas tinggi sehingga membuat sungai Tarun meluap danĀ mengakibatkan beberapa rumah warga yang tergenang banjir di desa Tarun Induk dan desa Tarun Selatan Kecamatan Melonguane Kabupaten Kepulauan Talaud.
Kapolsek Melonguane Ipda E.V Gagola, SH mengungkapkan bahwa salah satu daerah yang terdampak genangan banjir dengan ketinggian sekira satu meter ada di wilayah Desa Tarun dan Desa Tarun Selatan.
Mendapat Laporan masyarakat,Kapolsek Melonguane Ipda E.V Gagola, SH bersama personel pun langsung terjun ke lokasi banjir untuk membantu warga yang terdampak, sekaligus memberikan himbauan agar tetap waspada.

Anggota Kepolisian tersebutĀ menyusuri satu persatu rumah warga yang terendam banjir bersama anggotanya.
Kapolsek bersama anggotanya menerjang genangan air setinggi pinggang orang dewasa untuk memperingatkan warga untuk berhati hati dan bertahan di rumah sampai banjir surut.
Berdasarkan rangkuman Redaksi yang dihimpun dari Siaran Pers Polres kepulauan Talaud bahwa tidak ada korban jiwa dari bencana tersebut namun korban materi sekitar puluhan juta rupiah tak terhindarkan dimana ada sekitar ratusan rumah dari dua desa yang ada dilokasi terdampak terendam banjir.
Rumah Masyarakat Terendam Banjir adalah Sbb :
Desa Tarun Selatan:
1. Kel. Mararu -Sabua
2. Kel. Ladi -Limdo
3. Ladi – Atibi
4. Layang – Mataputung
5. Palele -Sasau
6. Wetu – Simatupang
8. Ratunguri -Mararu
9. Mumuk -Ansiga
10. Mararu -Launda
11. Bpk. Turus sulung
12. Manggaribet -Maratade
13. Ratunguri -Supit
14. Ibu. Lide darinding
Desa Tarun Induk :
Untuk Desa Tarun induk warga yang terdampak kurang lebih 100 rumah yang terdampak. Dan masih sementara dalam pendataan oleh pemerintah setempat.
Meski luapan air yang menyebabkan Banjir Tidak ada korban jiwa namun Korban Materil yang tak dapat diselamatkan diperkirakan puluhan juta rupiah.
Seperti kerugian materi yang dialami oleh keluarga Mumek -Ansiga dimana Kandang Peternakan yang diterjang oleh banjir yang mengakibatkan Sebagian ternak terbawa arus banjir.
Sementara itu kades desa tarun selatan Yosua Ratunguri mengatakan bahwa Air sungai yang meluap Sering terjadi setiap Tahun di bulan Desember- Januari, Namun ketinggian air mencapai kurang lebih 1 Meter itu terjadi sertiap 3 tahun sekali.
Sampai dengan saat ini curah hujan di wilayah kecamatan Melonguane sudah berhenti dan air mulai berangsur surut, diharapkan Pemda Talaud segera Turun Tangan mengatasi masalah ini. (Red/Pmn)














