Talaud, Lambeturah– Kapolres Talaud, AKBP. Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K, MH mengerahkan jajarannya turun tangan untuk melakukan evakuasi serta membantu warga dalam pemulihan kondisi pasca bencana banjir meluapnya aliran sungai di Desa Tarun Senin (05/01/2026).

Diketahui bahwa dalam kegiatan tersebut jajaran Polres Talaud bekerja sama dengan Kompi 4 Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sulut dalam upaya pemulihan kondisi dengan membantu warga dalam membersihkan lingkungan dari puing dan sampah yang berserahkan pasca banjir tersebut.
Kepada Redaksi Lambeturah, Kapolres Talaud AKBP. Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K,MH menuturkan bahwa membantu warga dalam mengatasi berbagai kesulitan apalagi saat terjadi bencana adalah kewajiban dari Polri.

“Membatu warga dalam mengalami kesulitan merupakan bentuk komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat dalam kondisi apapun tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu pemulihan fisik dan kesehatan warga setelah bencana,” Ujar Suami tercinta dari Ny. Hikmawati Sulistyo Nugroho tersebut.
Kegiatan tersebut dimulai sekira pukul 09.00 Wita dan difokuskan pada pembersihan lingkungan dan pelayanan kesehatan bagi warga yang terdampak bencana tersebut.

Dalam aksi bernuansa kemanusiaan tersebut terpantau sejumlah pejabat utama Polri di kabupaten Kepulauan Talaud turut tangan di antaranya, Kabag Ops AKP Yakobus Melale, S.H., S.AB, M.M., Kabag SDM AKP Rolly B. Maholeh, S.H., dan Danki 4 Pelopor Ipda Jus A. G. Senaen beserta Kasi Propam Ipda Jerianto Samura, S.E dan sejumlah perwira dan anggota dalam jajaran polres Talaud.
Sinergi antara personil Polri dan masyarakat setempat mencakup dua agenda utama yakniKerja Bakti Massal Pembersihan sisa-sisa material banjir guna memastikan lingkungan kembali layak dan bersih serta Pelayanan kesehatan (Rikes) gratis oleh tim Sidokes Polres Kepulauan Talaud untuk mengantisipasi penyakit yang biasa muncul pasca banjir. (Red/*)
Kegiatan berakhir pada pukul 10.30 WITA dalam situasi yang aman dan kondusif. Partisipasi aktif warga menunjukkan kuatnya gotong royong dalam menghadapi dampak bencana alam di wilayah tersebut.














