Lambeturah24, MANADO – Suasana Minanga Beach Hotel yang berada di Kelurahan Malalayang Satu Lingkungan VIII, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, mendadak geger setelah seorang tamu pria ditemukan meninggal dunia di dalam kamar nomor 5, Selasa (2/9/2026) sore.
Korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri sekitar pukul 15.25 WITA. Saat dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Tim Inafis Polresta Manado, petugas tidak menemukan identitas apa pun yang dapat mengungkap jati diri korban.
Berdasarkan keterangan penjaga hotel, Yusrin Ismail (37), korban diketahui baru saja melakukan check-in sekitar pukul 14.50 WITA dan menempati kamar nomor 5. Tidak lama setelah itu, korban sempat mengeluhkan cuaca panas dan masuk ke dalam kamar. Dari pos jaga yang berada berdekatan dengan kamar, saksi mengaku sempat mendengar suara air yang diduga korban sedang mandi.
Sekitar 15 menit kemudian, Yusrin mendatangi kamar nomor 5 untuk melakukan pengecekan. Namun setelah beberapa kali mengetuk pintu, tidak ada respons dari dalam kamar. Karena pintu tidak terkunci, saksi kemudian masuk dan mendapati korban sudah terbaring di atas tempat tidur.
Saat itu korban masih mengeluarkan suara seperti mendengkur, namun tidak merespons ketika dibangunkan. Merasa ada yang tidak beres, Yusrin kemudian meminta bantuan rekannya sesama penjaga hotel, Vecky Fernando Sancho Ismail Ratulangi (48), yang saat itu sedang bersiap melakukan pergantian jaga.
Keduanya kembali masuk ke kamar dan melakukan pengecekan terhadap korban. Namun kali ini korban sudah tidak memberikan respons sama sekali. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Siska Bangkang, selaku pihak pengelola hotel.
Mendapat laporan tersebut, aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan pemeriksaan TKP. Tim Inafis Polresta Manado turut melakukan identifikasi awal terhadap korban dan mengumpulkan sejumlah barang yang ditemukan di lokasi.
Dari hasil pemeriksaan sementara, petugas mengamankan beberapa barang milik korban, di antaranya satu unit Honda ADV 160 beserta STNK atas nama Asmawati Sarib, uang tunai sebesar Rp364 ribu, satu alat vaginal speculum, satu bungkus permen Mentos, satu bungkus rokok Sampoerna beserta korek api merah, serta nota pembelian dari minimarket.
Sekitar pukul 17.30 WITA, pihak Imigrasi melalui staf pengelolaan data dan informasi, Christo Pinangkaan, turut hadir di lokasi untuk membantu proses pendalaman identitas korban.
Lima menit kemudian, tepat pukul 17.35 WITA, jenazah dievakuasi menggunakan ambulans RS Bhayangkara menuju Rumah Sakit Bhayangkara Manado guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu Kapolsek Malayang Kompol Jusman Mori, S.I.K., M.M. saat di konfirmasi melalui Kasi Humas Polresta Manado IPTU Agus Haryono mengatakan ” Hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban masih menjadi misteri dan menunggu hasil pemeriksaan medis serta forensik. Pihak kamu juga masih melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas korban sekaligus memastikan tidak adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Pihak kepolisian telah mengamankan TKP, mengumpulkan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap secara jelas kronologi dan penyebab kematian pria tanpa identitas tersebut. Kasus ini kini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.” Jelas dia (Pra)














