LambeTurah24, Manado – Menyikapi maraknya informasi di media sosial terkait dugaan rencana tawuran antar pelajar, Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Bravo Polresta Manado bergerak cepat melakukan profiling dan pendalaman informasi di SMK Negeri 2 Manado, Rabu (30/9/2026) kemarin, serta mangamankan empat pelajar SMK Negeri ll, DK (15), CH (16), RB (15) dan GT (15).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Resmob Polresta Manado, IPDA Kresna Aditya Bagus Perdana, S.Tr.I.K, bersama personel URC Resmob Bravo guna memastikan situasi tetap kondusif serta mencegah terjadinya aksi yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Langkah profiling dilakukan menyusul beredarnya unggahan viral di media sosial yang menyebut adanya potensi penyerangan terhadap salah satu sekolah di Kota Manado.
Berdasarkan hasil pendalaman di lapangan, permasalahan antar kelompok pelajar disebut telah berlangsung cukup lama dan dipicu oleh perselisihan yang berkembang melalui percakapan di grup WhatsApp sejak awal September 2026. Sehingga situasi tersebut kemudian memicu saling ancam antar kelompok pelajar dari beberapa sekolah.
Informasi yang diperoleh juga mengungkap bahwa pada bulan September sempat terjadi aksi penyerangan yang melibatkan pelajar dari sekolah berbeda. Peristiwa tersebut kemudian memunculkan aksi balasan yang semakin meningkatkan tensi antar kelompok.
Menanggapi kondisi tersebut, pihak sekolah, pemerintah, dan kepolisian telah melakukan koordinasi intensif untuk mencegah terulangnya aksi serupa. Sejumlah langkah preventif dilakukan, mulai dari pengawasan lingkungan sekolah, patroli rutin pada jam pulang sekolah, hingga pemberian edukasi kepada para siswa mengenai dampak hukum dan bahaya tawuran.
Dalam kegiatan profiling tersebut, petugas turut mendata beberapa siswa yang sebelumnya diamankan pihak sekolah untuk kepentingan pembinaan dan pendalaman informasi.
Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K. ketika di konfirmasi melalui Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Elwin Kristanto mengatakan. “Polresta Manado menegaskan akan terus melakukan langkah-langkah pencegahan melalui patroli, pendekatan persuasif, serta koordinasi lintas instansi guna memastikan situasi keamanan di lingkungan pendidikan tetap aman dan kondusif. Pihak kepolisian juga mengimbau para pelajar untuk tidak mudah terprovokasi oleh ajakan maupun unggahan di media sosial yang berpotensi memicu konflik. Peran orang tua, guru, dan masyarakat dinilai sangat penting dalam mengawasi serta membimbing para pelajar agar terhindar dari tindakan yang dapat merugikan masa depan mereka.” Ujarnya (pra)








