TALAUD, LAMBETURAH24.COM – Jauh di beranda paling utara Ibu Pertiwi, di mana Samudra Pasifik bertemu dengan semangat anak negeri, seragam cokelat itu tidak datang dengan borgol dan sirene. Ia datang dengan senyum, dengan rangkulan, dengan kasih seorang ayah.
Itulah yang dilakukan Polres Kepulauan Talaud dalam program Quick Wins Presisi “Polisi Peduli Pendidikan” di SMP Negeri 1 Melonguane, Senin (26/10/2026), pukul 11.00 WITA.
Kapolres Kepulauan Talaud, AKBP Dwi Yatmoko, S.TP., S.I.K., M.I.K., tidak berdiri sebagai atasan yang ditakuti. Ia berdiri sebagai guru, sebagai kakak, sebagai sahabat bagi puluhan pasang mata yang menatapnya penuh harap.
Didampingi Ps. Kasubsi Penmas Aiptu Mychel Wongso, S.H., Kanit Binmas Polsek Melonguane Aiptu Marco Agimat, dan Kepala Sekolah Yunus Saranaung, S.Pd., Kapolres menyentuh hal yang paling sensitif di dunia anak-anak hari ini: Luka yang tak terlihat bernama Bullying.
“Sekolah harus menjadi rumah kedua yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak kita untuk menimba ilmu. Bullying dalam bentuk apa pun — baik fisik, verbal, maupun siber — tidak boleh diberi ruang,” ucapnya dengan suara humanis yang menggema di ruang kelas.
Polri Presisi, Mengayomi dari Pulau Terluar.
“Mari kita bangun budaya saling menghargai, karena generasi muda Talaud hari ini adalah penentu masa depan bangsa esok hari.”
Tak ada jarak hari itu. Polisi dan pelajar tertawa bersama, berfoto bersama, mengacungkan kepalan tangan yang sama: Kami Berani Lawan Bullying.
Bagi SMPN 1 Melonguane, kehadiran itu adalah oase.
“Kami atas nama pihak sekolah dan seluruh siswa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Kapolres beserta jajaran. Kehadiran langsung Polri di tengah sekolah kami memberikan motivasi besar sekaligus edukasi berharga agar anak-anak didik kami terhindar dari perilaku menyimpang,” tutur Kepala Sekolah Yunus Saranaung, http://S.Pd., dengan mata berkaca-kaca haru.
Ini bukan sekadar program. Ini adalah janji.
Janji bahwa di ujung utara NKRI sekalipun, negara hadir tidak hanya untuk menjaga perbatasan, tapi juga untuk menjaga hati anak-anaknya. Dari Melonguane, Polres Talaud mengajarkan kita: Keamanan terbaik bukan dari banyaknya penjagaan, tapi dari banyaknya anak yang merasa disayangi. (Pem/Red)








