Lambeturah24 Manado – Warga Kelurahan Wawonasa, Kecamatan Singkil, Kota Manado, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di bantaran DAS Tondano, Selasa (1/9/2026) pagi. Korban ditemukan dalam kondisi terlentang dan sudah tidak bernyawa di tepi aliran sungai.
Korban diketahui bernama Benny Paulus Senduk (72), seorang sopir yang berdomisili di Kelurahan Sindulang Satu, Lingkungan III, Kecamatan Tuminting, Kota Manado.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penemuan mayat tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 06.00 WITA. Saat itu, seorang pekerja bengkel yang hendak memancing di bantaran DAS Tondano melihat sesosok tubuh pria tergeletak di pinggir sungai. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pemilik bengkel dan diteruskan kepada Ketua Lingkungan setempat.
Ketua Lingkungan II Kelurahan Wawonasa, Dewi Sartika Uno, yang menerima informasi tersebut langsung menuju lokasi untuk memastikan laporan warga. Setibanya di lokasi, ia mendapati seorang pria dalam keadaan tidak bernyawa dan segera menghubungi pihak kepolisian.
Tak lama kemudian, personel Polsek Singkil bersama Tim Inafis Satreskrim Polresta Manado tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Sementara itu, anak korban, Renaldy Senduk (27), mengaku telah mencari ayahnya sejak malam hingga dini hari. Korban diketahui sering berada di kawasan Bank BNI Kanaka sebagai juru parkir, namun saat dilakukan pencarian hingga sekitar pukul 04.00 WITA, keberadaannya tidak ditemukan.
Sekitar pukul 07.40 WITA, saat melintas di kawasan Jembatan Mahakam, Renaldy melihat kerumunan warga. Ketika mendekati lokasi, ia terkejut setelah mengetahui bahwa mayat yang ditemukan tersebut adalah ayah kandungnya.
Pada pukul 07.00 WITA, jenazah dievakuasi dari lokasi dan dimasukkan ke dalam kantong jenazah. Selanjutnya, keluarga korban tiba di TKP sekitar pukul 07.50 WITA dan memutuskan untuk membawa jenazah langsung ke rumah duka di Kelurahan Sindulang Satu, Kecamatan Tuminting.
Pihak keluarga juga menyatakan menolak dilakukannya autopsi terhadap korban dan bersedia membuat surat pernyataan penolakan autopsi kepada pihak kepolisian.
Hasil observasi awal Tim Inafis di lokasi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, penyebab pasti meninggalnya Benny Paulus Senduk masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh aparat kepolisian. Dalam penanganan peristiwa tersebut, polisi telah mengamankan lokasi kejadian, melakukan pemeriksaan terhadap para saksi, berkoordinasi dengan Tim Inafis, serta mendokumentasikan seluruh rangkaian penanganan untuk kepentingan penyelidikan.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi maupun di rumah duka terpantau aman dan kondusif, sementara aparat masih mendalami penyebab pasti kematian korban. (Pra)








