Penulis : Pemberian Manumbalang, Pemimpin Redaksi Lambeturah24
Talaud, Lambeturah24– Polisi yang humanis adalah insan Bhayangkara yang mampu merawat kebhinekaan, menghormati pluralisme, dan memiliki jiwa nasionalis menjadi pilar penting dalam menjaga keutuhan dan kerukunan sesama anak bangsa.
Beranjak dari falsafah Polri adalah pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat yang dapat dipercaya, membuat Penulis sebagai Pemimpin Redaksi Media Lambeturah24.com terpanggil untuk menulis jejak, komitmen, dan sikap patriotis dari Kapolsek Lolayan AKP. Johan Atang sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian kepada Bangsa dan Negara di Daerah Perbatasan sekaligus pijakan inspirasi bagi generasi muda yang menghormati makna sebuah dedikasi.
Baginya Polisi sejati tidak diukur dari gagahnya seragam, melainkan dari seberapa rendah hatinya ia saat mendengarkan keluh kesah masyarakat, karena Polisi yang baik tidak melihat suku, ras, atau agama, Ia hanya melihat sesama manusia yang berhak mendapatkan rasa aman. Menjadi perekat bangsa yang selalu hadir sebagai penengah yang adil di tengah segala perbedaan.
Sebagai Wartawan yang telah puluhan tahun malang melintang di dunia jurnalis, Penulis betusaha merangkai sebuah deskripsi atas penilaian publik yang dirangkum dalam “Testimoni” lintas tokoh masyarakat Sulawesi Utara yang menggambarkan gaya kepemimpinan Kapolsek Lolayan AKP. Johan Atang, S.H yang dinilai Santun dan Humanis dalam merawat kebhinekaan.
Albert Mamahet Tokoh Masyarakat Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow memberikan testimoni kepada Penulis seputar Perwira Polisi Alumni SMA Negeri Beo Kepulauan Talaud tahun 1998 tersebut.
Menurutnya, AKP. Johan Atang, SH adalah figur pemimpin humanis bijak dan sangat layak jadi panutan. Ia mampu menjaga keberagaman tetap tumbuh dalam kedamaian di Bumi Totabuan khususnya Kecamatan Lolayan dengan menjadikan Bhineka Tunggal Ika sebaga fondasi bangsa dalam menjaga keutuhannya yang diakui merupakan tugas suci setiap anggota kepolisian.
“AKP. Johan Atang, SH, adalah salah satu kapolsek paling humanis yang pernah ada dan mengabdi di Tanah Totabuan khususnya kecamatan Lolayan, betapa dalam pengabdiannya, Ia selalu mengedepankan sisi kemanusiaan yang beriringan dengan kerendahan hati dalam melayani masyarakat.”. Ujar Albert Mamahet.
Sementara itu salah satu Tokoh Muslim yang juga berprofesi sebagai jurnalis di Bolaang Mongondow kepada Redaksi baru baru ini juga memberikan testimoni tentang ketokohan Ayahanda tiga anak tersebut.
Meski berbeda keyakinan dengan AKP. Johan Atang, SH karena Ia adalah seorang muslim dan AKP. Johan Atang, SH adalah seorang penganut Kristiani yang taat namun Komendan Johan sapaan akrabnya adalah tipe pemimpin yang berbudi luhur yang taat pada Agamanya danĀ setia pada Bangsanya.
“Saya memandangnya dari kacamata seorang muslim bahwa AKP. Johan Atang, SH adalah figur panutan. Ia adalah cerminan kebhinekaan, lisannya selalu terpimpin dan penuh dedikasi, hatinya selalu diliputi rasa belas kasih,”. Pungkas Jurnalis Senior tersebut.
Disisi lain, Tokoh Masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud Pestus Talamuda, juga memberikan testimoni yang hampir sama tentang dedikasi dari Seorang Perwira Polisi yang iklas mengabdi di Bolaang Mongondow.
Menurutnya publik di Talaud sangat mengakui dedikasi dari sosok AKP. Johan Atang, SH, Ia seorang yang rendah hati sejak berada dibangku sekolah, dan saat menjadi prajurit Polisi, dedikasinya sebagai pengayom yang humanis, santun dan menghormati kebhinekaan masih sangat terlihat dalam jejak pengabdiannya.
“AKP. Johan Atang, SH memiliki jejak yang baik sebagai seorang aparat yang humanis, santun dalam merawat kebhinekaan, Ia mampu memperlakukan masyarakat dengan martabat dan rasa hormat, menjunjung tinggi hak asasi manusia, denganĀ mengedepankan pendekatan persuasif serta empatik dalam interaksi dengan masyarakat, serta tidak diskriminatif dalam menjaga kerukunan antar suku, agama, ras, dan golongan”. Tutur Talamuda mengakhiri. (Red/***)








