LambeTurah24, MANADO – Kobaran api melalap permukiman padat penduduk di Jalan Sakura, Gang Sakura, Lingkungan III, Kelurahan Sario, Kecamatan Sario, Kota Manado, Senin (12/10/2026) sore. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 16.55 WITA itu mengakibatkan tujuh bangunan rumah terdampak dan memaksa 11 kepala keluarga (KK), atau sekitar 60 orang, menghadapi situasi darurat.
Api dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan-bangunan di sekitarnya. Kondisi permukiman yang padat, jarak antar rumah yang berdekatan, serta tiupan angin kencang membuat proses pemadaman menjadi tantangan bagi petugas.
Situasi semakin sulit karena akses menuju lokasi berada di gang sempit. Petugas pemadam kebakaran bersama unsur kepolisian dan personel terkait harus bekerja keras untuk mengendalikan kobaran api agar tidak terus meluas. Sebanyak 12 unit armada dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Armada itu terdiri dari sembilan unit mobil pemadam kebakaran Pemerintah Kota Manado, dua unit mobil Armoured Water Cannon (AWC) milik Polda Sulawesi Utara, serta satu unit dari Kodim.
Setelah berjibaku selama kurang lebih tiga jam, api berhasil dipadamkan. Namun, kebakaran meninggalkan kerusakan pada sejumlah bangunan rumah warga.
Kasat Reskrim Polresta Manado, Kompol Elwin Kristanto, mengungkapkan bahwa berdasarkan pendataan sementara, terdapat tujuh unit bangunan rumah yang terdampak dalam peristiwa tersebut.
Dari jumlah itu, tiga bangunan dilaporkan habis terbakar, sedangkan empat bangunan lainnya mengalami kerusakan pada bagian dapur dan ruang tamu. Dampak kebakaran tidak hanya menyisakan kerusakan fisik, tetapi juga membuat belasan keluarga harus menghadapi ketidakpastian setelah tempat tinggal mereka dilanda si jago merah.
“Untuk saat ini yang terdampak dari kejadian kebakaran kali ini yaitu ada 11 KK dan kurang lebih ada sekitar 60 orang. Dan hingga sampai saat ini masih belum ada korban jiwa,” jelas Kompol Elwin saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Di tengah penanganan kebakaran, personel kepolisian turut membantu warga mengamankan barang-barang yang berhasil diselamatkan dari rumah mereka. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan di lokasi sekaligus mengantisipasi potensi penjarahan terhadap barang milik warga. Hingga Senin malam, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Kompol Elwin menegaskan, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Satreskrim Polresta Manado bersama Unit Identifikasi (Inafis) Polda Sulawesi Utara masih melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab kejadian tersebut.
Sementara itu, kerugian material sementara diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi warga yang rumahnya terdampak. Di tengah puing-puing bangunan yang tersisa, proses penanganan dan pendataan masih menjadi prioritas, sementara warga yang terdampak harus menghadapi kondisi pascakebakaran.
Hingga laporan ini disusun, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Penyebab kebakaran dan perhitungan akhir kerugian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang. (Pra)








