
Andrei Angouw meninjau pasar murah di GMIM Mahakeret Barat, Selasa (10/9/2024).
MANADO – Cara kotor Walikota Andrei Angouw dan wakilnya Ricard Sualang ,(AARS) memburu elektabilitas di masyarakat Manado benar-benar rese dan memalukan. Paslon petahana ini memang lihai menggunakan Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) Pemkot Manado untuk menarik dukungan masyarakat. Pasar murah yang digelar di rumah-rumah ibadah menurut mantan anggota DPRD Manado Sultan Udin Musa adalah pasar murah tipu muslihat AARS untuk menarik dukungan publik. Karena sesungguhnya kata Musa, pasar ini memakai APBD untuk meminta belas kasihan masyarakat. Buntut pembodohan publik yang dilakukan AARS ini, pasangan itu dilaporkan ke Bawaslu Kota Manado dan Polda Sulut. Menurut Udin Musa, Andrei Angouw tidak hanya memanfaatkan instrumen anggaran pasar murah. Tapi setelah pasar murah bergulir, dia mulai safari dari satu titik ke titik yang lain untuk menjajakan barang hidungnya di depan masyarakat.
Laporan AARS ke Bawaslu dilancarkan mantan Anggota DRPD Manado Sultan Udin Musa pada 11 Oktober 2024 dan baru diregistrasi pada 16 Oktober 2024.
Udin Musa usai dimintai klarifikasi Bawaslu pada Kamis (17/10/2024) pagi meminta Bawaslu menerbitkan rekomendasi pembatalan AARS kepada KPU sebagai kontestan Pilkada. Dia kemudian meminta Polda Sulut dan Kejaksaan memeriksa Andrei Angouw karena pasar murah tersebut syarat unsur korupsi.
“Permintaan kami ada dua. Bukan saja membatalkan pasangan AARS di Pilkada tapi mengusut keterlibatan AARS dalam pembajakab APBD. Negara rugi miliaran rupiah karena APBD dipakai untuk kepentingan Pilkada. Pasar murah itu tidak ditata tapi diadakan sesuai kepentingan Andrei Angouw dan baru mau ditata di perubahan APBD,” jelas Musa.
Mantan Ketua Komisi A Bidang Hukum dan Perundangan itu mencium gelagat tidak beres AARS setelah dia mengkomparasi substansi pasar murah dan menelusuri operasi pasar murah yang sesuai peraturan. Musa menyebut, pada Awal Desember 2023 lalu ada pasar murah di Pasar Tradisional Bersehati, karena memang pemerintahan mengintervensi dan mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga sembako menjelang Natal 2023. Kemudian pada akhir Februari 2024 juga karena menjelang Ramadhan. Juga di Pasar Tradisional Bersehati. Itu dipantau Kementerian Perdagangan RI. Lanjut pasar murah digelar lagi bulan April 2024 untuk mengantisipasi lonjakan harga pasar menjelang Idul Fitri.
Nah Andrei Angouw tanpa alasan apa-apa menggelar pasar murah di hampir semua tempat ibadah se-Kota Manado dengan mengaktifkan BKSUA dan Kesra Pemkot Manado. Pasar murah inilah yang menurut Udin Musa adalah pasar tipu muslihat AARS untuk menarik dukungan masyarakat Manado.
“Kenapa saya bilang pasar tipu muslihat AARS dan membajak APBD? Biasanya Pasar murah digelar karena ada hukum pasar misalnya mengantisipasi lonjakan harga sembako dan menjelang Perayaan Hari-hari Besar Keagamaan. Idealnya pasar murah digelar di lapangan terbuka atau pasar tradisional. Ini Andre Angouw bikin di rumah-rumah ibadah, lalu pasang atribut AARS supaya dikenang masyarakat. Lalu dia sendiri datang menunjukkan batang hidungnya di lokasi. Ini tidak fair dan melawan Undang- undang Pilkada. Dimana pasal 71 ayat 3 menyatakan Gubernur , Wakil Gubernur dan Walikota, Wakil Walikota dilarang menjalankan program yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon. Dan jika pasal ini dilanggar maka pasangan itu dibatalkan,” jelas Udin Musa.
Masih tentang Pasar tipus muslihat AARS, Udin juga mempersoalkan 30 paket sembako yang digelar di pasar murah, ada yang dibayar dan ada yang gratis.
“Kalau begitu laporan pertanggungjawaban seperti apa? Ini kan membingungkan,” ujar Udin Musa.
Ketua Bawaslu Manado BJ Maengko ketika dikonfirmasi membenarkan ada laporan yang masuk dari masyarakat.
“Benar bahwa ada laporan dari pihak masyarakat dan laporan ini sementara kami tangani,” ujar Maengko.
(Jeffri L)







