
MANADO – Otak Walikota Manado Andrei Angouw (cuti) benar- benar anak tidak tamat Sekolah Dasar (SD). Pria jebolah Amerika Serikat itu berdiri di permukaan jalan yang menjadi obyek vandalisme. Perilaku vandal atau merusak pemandangan sarana umum itu tidak jelas siapa yang menjadi pelaku utama. Hanya saja dengan bangganya Andrei Angouw dan parthernya Richard Sualang berdiri kompak seraya mengangkat tangan penuh bangga.
Sementara jarak permukaan aspal yang diinjak Andrei Angouw dan posisi otaknya tidak sampai dua meter. Menurut warga harusnya Angouw pakai otak dan tidak merasa bangga dengan vandalisme depan mata.

” Bukannya tegur orang. Tapi dia bangga. Tuh kan aspal dan otaknya cuma satu meter lebih,” kritik warga.
Pemilik akun Jerry Prabowo memosting potret tidak terpuji tersebut. Ia menduga obyek vandalisme itu di daerah Karombasan.
Vandalisme
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), vandalisme adalah perbuatan merusak dan menghancurkan hasil karya seni dan barang berharga lain (keindahan alam dan sebagainya). Selain itu, vandalisme juga bisa diartikan sebagai perusakan dan penghancuran secara kasar dan ganas.
Vandalisme adalah tindakan merusak atau menghancurkan properti orang lain secara sengaja. Biasanya, tindakan vandalisme dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan kerusakan atau merusak properti milik orang lain. Namun, terkadang tindakan vandalisme juga dilakukan sebagai bentuk protes atau ekspresi diri yang salah arah, dan pelakunya merasa apa yang dilakukannya adalah wajar.
Sebenarnya, alasan mengapa seseorang melakukan vandalisme bisa beragam dan kompleks. Namun, ada sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi seseorang untuk melakukan vandalisme, yakni :
1. Merasa Bosan Hidup
Penyebab vandalisme yang pertama karena mulai bosan hidup. Seseorang yang merasa bosan dan tidak memiliki kegiatan yang bermanfaat dapat melakukan vandalisme sebagai bentuk hiburan atau kegiatan yang mengisi waktu luang.
2. Pengaruh Lingkungan Sosial
Faktor selanjutnya karena dipengaruhi oleh lingkungan sosial. Seseorang yang tumbuh dalam lingkungan sosial yang kurang baik, misalnya teman-teman yang melakukan tindakan vandalisme, dapat terpengaruh untuk melakukan hal yang sama.
3. Punya Masalah Kejiwaan
Beberapa orang yang memiliki masalah kejiwaan, seperti gangguan perilaku atau masalah kesehatan mental lainnya, dapat melakukan vandalisme sebagai cara untuk meredakan tekanan atau ketidaknyamanan yang mereka rasakan.
4. Merasa Tidak Puas
Seseorang yang merasa tidak puas atas suatu hal biasanya akan meluapkan kekesalannya dengan melakukan vandalisme. Misalnya, seseorang merasa tidak adil atau frustrasi dengan kehidupan, akhirnya ia melampiaskannya dengan melakukan tindakan vandalisme.
5. Kondisi Lingkungan
Faktor selanjutnya karena lingkungan sekitar yang tidak mendukung, seperti tempat yang kotor, berantakan, atau rusak. Hal ini dapat memicu seseorang untuk melakukan vandalisme karena merasa lingkungan sekitar tidak dihargai.
6. Berusaha Mencari Perhatian
Sejumlah orang dapat melakukan vandalisme sebagai cara untuk menarik perhatian. Selain itu, aksi vandalisme dilakukan sebagai cara untuk menunjukkan kalau dirinya lebih kuat atau lebih penting daripada orang lain.
7. Tuntutan Kelompok
Penyebab yang terakhir karena tuntutan kelompok. Seseorang dapat merasa terpaksa melakukan vandalisme jika diperintahkan atau diminta oleh ketua kelompok atau teman-teman di dalam geng mereka.
Tidak jelas apakah Andrei Angouw punya masalah kejiwaan atau berusaha mencari perhatian, yang jelas vandalisme itu dilakukan oknum lain dan sayangnya Andrei Angouw dengan penuh bangga berdiri di atas obyek vandalisme.
Nah, itulah penjelasan mengenai apa dan mengapa Vandalisme dilakukan. (Hut)







