
MANADO – Konsentrasi pembangunan infrastruktur fisik Walikota Andrei Angouw sepertinya berdampak negatif pada sektor lain. Angouw mengabaikan hak-hak belasan dokter ahli. Pemerintahan Andrei Angouw dan wakilnya Richard Sualang terbukti tidak profesional membayar hak para dokter yang sejati pahlawan kesehatan masyarakat.
Belasan dokter ahli yang sudah bekerja membantu pelayanan kesehatan bagi Rakyat Manado di RSUD Manado yang berlokasi di dekat jalan Ring Road tidak mendapat upah atau gajin bulanan.
Terdapat belasan dokter ahli yang sudah bekerja sejak tahun 2022 sampai 2023 tapi gaji kontrak mereka belum juga dibayarkan oleh pemerintah daerah.
“Dimana Pemkot melalui Dinkes dan RSUD Manado hanya janji-janji kosong kepada belasan dokter ahli yang hak meteka tak juga direalisasikan tuntas,” ujar salah satu dokter ahli yang menemui media, Kamis siang di Manado.
Hak para dokter ini jika dijumlahkan hampir Rp1 miliar rupiah.

Selain upah, mereka menjelaskan, kontrak kerja para dokter ahli, dimana SK kontrak tak sesuai dengan Surat Ijin Praktek (SIP). Kondisi inimenandakan manajemen admnistasi dan keungan pemerintah di bawah Andrei Angouw dan Richrad Sualang kacau balau.
Salah salah orang dokter ahli menyebutkan SIP-nya terhitung sejak 6 Oktober 2022 tapi SK kontrak kerja yang ditandatangani oleh Walikota Manado Andrei Angouw terhitung 1 Juli 2023. Anehnya, pembayaran gaji kontrak oleh pihak Pemkot Manado tak sesuai SIP.
“Administrasi keuangan kacau. Janji akan dibayarkan pada APBD Perubahan 2023 dan 2024 tapi sampai saat ini tidak direisasikan. Bukan uang yang kita tuntut tapi profesi kita yang tidak dihargai dan janji yang tidak ditepati. Saya saja, 11 bulan per bulan 10 juta belum dibayarkan, ” ucap dokter ahli ini.
Lebih aneh lagi, ada dokter ahli yang lanjut kontrak pada 2024 tapi nilai kontrak diperkecil menjadi 5 juta per bulan. Namun ada juga yang nilai kontraknya masih tetap 10 juta. Ini menandakan bahwa Pemkot Manado sudah tidak lagi hargai profesi dokter ahli dan terkesan pilih kasih oleh Pemkot Manado.
Ada dokter ahli yang lanjut kontrak dari 10 juta per bulan sekarang tinggal 5 juta per bulan. Tapi, ada dokter tertentu yang lanjut kontrak pada tahun 2024 ini dan dihargai 10 juta per bulan, ” sumber dokter ahli ini.
Di sini lain, AARS yang sibuk bangun drainase dianggap hanya fokus memburu fee proyek.
“Yang dia bangunan itu tidak salah. Tapi dia terlalu fokus dengan proyek fisik yang menurut kami dari kalangan kontraktor ada fee atau komisi yang didapat di sana,” ujar AS, salah satu kontraktor.
(red)







