MINUT – Berita Kasatreskrim Minut diduga terima uang dari Galian C seketika membuat aparat kepolisian terganggu. Tuduhan sembrono penulis dengan inisial SS dalam sebuah link media abal-abal itu setelah di-tracking ternyata lelaki SS. Pria yang pernah memaksakan pemilik lahan bernama Yongki, untuk bekerja sama dengan SS yang saat ini sedang menjajaki koperasi seseorang yang bergerak di bidang pertambangan. SS diketahui sudah lama bergerilya kemana – mana menawarkan perusahaan (PT) termasuk koperasi agar galian C ilegal menerima dan menggunakan jasa perusahaan tersebut. Sayangnya, menurut salah satu pemilik lahan galian C, SS meminta potongan terlalu besar yaitu Rp20.000 tiap satu angkutan dump truk.
“Jumlah 20.000 itu terlalu besar, kami tidak mampu karena sewa alat dan biaya operasional juga besar. Yang paling ideal Rp10.000. Cuma dia tolak. Makanya dia ngomel-ngomel di Facebook beberapa waktu lalu,” ungkap sumber resmi pelaku Galian C tersebut.
Entah karena gerah berminggu-minggu ditolak pengusaha Galian C, SS mulai menyamarkan diri menjadi wartawan di media abal-abal, agar dirinya bisa menulis haru biru dan sesuka hati menuduh Kasatreskrim Minut menerima uang. Tuduhan yang dikarang sendiri oleh mantan anggota DPRD Minahasa dan mantan wartawan TV itu dimaksudkan agar Kasatreskrim Minut menekan Yongki untuk menerima tawaran perusahaan (koperasi) yang dijalankan SS.
Tindakan tidak beretika yang dilakukan mantan Pala di Manado mendiskreditkan Kasatreskrim Minut itu dianggap lucu karena terang benderang mengarang isu. SS disebut sengaja tidak melakukan konfirmasi dan crossceck informasi (cover both side ) sebagai mana kewajiban jurnalistik di Polres Minut untuk menghindari identitas dirinya agar tidak terungkap sebagai sosok yang sedang menjajaki koperasi.
“Ini tidak fair dan merusak citra jurnalistik. Bagi saya ini bukan artikel jurnalistik, tapi narasi fitnah yang dimuat dalam template media online. SS memanfaatkan link media orang untuk menyerang kepolisian. Bodohnya, pemilik media ikut – ikutan bodoh dan memberikan kesempatan kepada SS,” ujar salah satu wartawan senior di Airmadidi, Sabtu siang.
Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Minut Iptu Agung Uliana mengatakan, tuduhan menerima uang galian C itu serampangan dan tidak dikonfirmasi ke pihaknya. Sementara Polres Minut sendiri sudah menghentikan aktivitas Galian C sejak bulan April 2025 lalu.
“Kami sudah turun menghentikan gajian C yang disebutkan itu karena ada laporan masyarakat. Sejak April lalu. Ada bukti dokumentasinya. Jadi berita terima uang itu hoaks. Tidak benar,” tegas Agung. (tim)












