Ditulis Oleh : Ferry Sangian S.Sos Sekjen Sekretariat Bersama Ormas Sulut
Lambeturah24– Demi mempertahankan situasi dalam citra Masyarakat Sulawesi Utara yang Cinta Damai, pasca peristiwa pengrusakan tempat ibadah (Gereja) dan fasilitas umum yang diduga terjadi akibat adanya pertikaian antara dua Desa yang ada di kecamatan Belang yaitu Desa Watuliney dan Desa Malompar kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).
Menyikapi peristiwa yang terjadi pada Minggu (30/11/2025) merupakan peristiea yang sangat sensitif dan sangat mudah di goreng ke isu SARA tersebut Maka Sekretariat Bersama Organisasi Kemasyarakatan Sulawesi Utara (Sekber Ormas Sulut) memandang perlu mengeluarkan sikap sebagai bentuk antisipasi merebaknya benih konflik yang sangat berpotensi merobek keutuhan antara sesama anak bangsa.
Hal ini seperti yang tertuang dalam Siaran Pers dari Sekretariat Bersama Ormas Sulawesi Utara yang di pancarkan melalui Sekjen Ferry Sangian, S.Sos, dalam pernyataan tertulisnya, Senin (01/12/2025).
Berikut Adalah Penyataan Sikap Sekber Ormas Sulawesi Utara
Menyikapi masalah terjadi di desa Watuliney & Molompar Timur Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara kami bersikap sebagai berikut :
1. Mendukung pihak Kepolisian dlm hal ini Kapolda Sulut, Bpk Irjen Pol Dr.Royke Langi bersama jajarannya memproses hukum bagi oknum” yang terlibat dlm pengrusakan rumah ibadah & fasilitas umum yang di rusak.
2. Proses hukum tanpa pandang buluh mereka yg terlibat langsung maupun tdk langsung, termasuk yang memprovokasi terjadinya tindakan anarkis
3. Pihak aparat memitigasi masalah ini, dari akar masalah. Usut tuntas & jangan ada pembiaran
4. Kami mengharapkan Ormas Adat di Sulawesi Utara dapat menahan diri sambil mempercayakan pihak Kepolisian untuk menangani masalah tersebut.
5. Pemerintah Kabupaten Mitra & tokoh agama,tokoh masyarakat, tokoh Pemuda, Budayawan bersama-sama menyejukkan situasi.
6. Mengimbau kepada Masyarakat jangan terprovokasi degan informasi/berita yang tidak bisa di pertanggungjawabkan.
7. Mengimbau masyarakat pengguna Media Sosial untuk lebih bijak dalam memberikan informasi.
8. Mengharapkan pimpinan Agama khususnya umat Kristen dalam setiap Sambutan Natal menyisipkan narasi tentang Karakter/Sifat Yusus Kristus yang penuh kasih, rendah hati, bijaksana dalam melayani umatnya. Demikian sikap kami. (Red***)













