Talaud, Lambeturah24– Akibat guncangan Gempa berkekuatan M 6,4 terjadi di wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud, membuat puluhan rumah dan fasilitas publik seperti tempat ibadah dan Rumah Sakit mengalami kerusakan.

Gempa yang awalnya terdeteksi berkekuatan M 7,1 kemudian diperbaharui menjadi M 6,4 ini terjadi di laut pada jarak 40 kilometer (km) arah tenggara Melonguane, Sulut, pada kedalaman 31 km, pada Sabtu malam (10/01/2026) pukul 22.58 Wita,
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Talaud, Ir. Leida Dachlan, saat dihubungi Redaksi Minggu (11/01/2026), mengatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden Gempa tersebut.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meski sempat terjadi kepanikan warga namun situasi di masyarakat mulai normal kembali dan pendataan adanya kerugian materi terus dilakukan di lokasi-lokasi terdampak”. Ujar Birokrat yang akrab disapa Usi Leida tersebut.
Berdasarkan pantauan Redaksi bahwa ada puluhan rumah warga dan fasilitas publik seperti RSUD Talaud di Mala, Puskesmas UPTD Danau, Gedung Ibadah Cerita Petra Moronge dan Gereja Nasareth Moronge Selatan.

Sementara itu Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talaud di Mala dr. Jawali Jurry Ektivianus, M.Kes kepada Redaksi menuturkan bahwa saat terjadi gempa pelayanan di RSUD sementara berjalan mengangani puluhan pasien yang dirawat secara intensif.
“Guncangan Gempa dirasakan begitu kuat dan menimbulkan kepanikan dan kerusakan di Rumah Sakit sepertiĀ kerusakan pada koridor Rumah Sakit, Bangunan ruang rawat inap edelweis, Laboratorium, Ruang darurat kebidanan dan Ruang IGD”. Ujar Dokter Jawali.

Jawali menambahkan bahwa meski terjadi kepanikan hebat dan kerusakan cukup parah dirumah sakit namun pihaknya bersyukur karena gempa dasyat tersebut tidak sampai meninggalkan korban jiwa.
Terpisah Camat Moronge, Geraldus Maanemma, SH kepada Redaksi mengatakan bahwa saat ini pihaknya terus berupaya melakukan pendataan atas berbagai kerugian materi yang terjadi akibat gempa.

“Dari data sementara yang berhasil dirangkum oleh pemerintah kecamatan Moronge, bahwa ada beberapa bangunan / rumah yang terdampak atau rusak ringan sampai berat akibat gempa tadi malam yaitu,
– Desas.Moronge : pagar samping Gedung ibdah Germita Petra Moronge roboh
– Desa Moronge II : pagar rumah Kel.Matei-Totaeng
– Ds.Moronge Selatan : Gedung Ibdah Germita Jemaat Nazareth mengalami retak di bebrapa bagian dan kaca jendela pecah.
Beberapa warga desa moronge selatan juga dilaporkan mengalami kerusakan perabotan rumah yg terjatuh akibat goncangan gempa.
– Desa Moronge Selatan I :
1. Bangunan Dapur Umum MBG di SMP Negeri Moronge,tela/bata yg baru disusun roboh dibeberapa bagian. ( bangunan ini sedang dalam pengerjaan)
2. Rumah kel.Papia-Nusa mengalami kerusakan, dinding bagian dapur roboh”. Ungkap Camat Moronge melalui pesan WhatsUpp.
Berdasarkan data BMKG, guncangan gempa dirasakan warga hingga skala V, khususnya di daerah Talaud. Selain di wilayah Sulut seperti Bitung, hingga Manado, gempa juga dirasakan warga di wilayah Maluku, mulai dari Tobelo, hingga Morotai.
Berdasarkan keterangan tertulis dari Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, menerangkan bahwa gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Maluku. (Red/pmn)








