Jakarta, Lambeturah– Awan duka menyelimuti seantero negeri, wajah Ibu Pertiwi sembab, tangis rakyat Indonesia pecah saat berita tentang kepergian sang Ibu Bangsa, Eyang Meriyati Roeslani Hoegeng menyebar.
Informasi berpulangnya Istri tercinta dari Mendiang Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso terus mengalir deras bahkan sampai jauh ke pelosok Tanah Air, Kabupaten Kepulauan Talaud yang merupakan daerah perbatasan dengan Negara Filipina.

Kapolres Kepulauan Talaud AKBP. Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K, M.H saat dimintai tanggapan tentang wafatnya mantan Ibu Bhayangkara tersebut Selasa (03/02/2026) menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Eyang Meriyati Roeslani Hoegeng Istri mendiang Kapolri ke-5 Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso.
“Saya bersama bersama keluarga dan seluruh jajaran Polres Kepulauan Talaud menyatakan duka yang mengalami atas atas wafatnya Sang Ibu Bangsa Eyang Meriyati Roeslan Hoegeng.
Bagi Kapolres Talaud almarhumah Eyang Meri merupakan sosok yang tulus mencintai Indonesia, ikhlas mengabdi dan setia mendampingi sebagai istri Mendiang Jenderal Hoegeng Iman Santoso dalam mengemban amanah sebagai Bhayangkara sejati yang melahirkan banyak dedikasi bagi anak bangsa karena kejujurannya.
“Dedikasi yang melegenda sebagai seorang polisi yang jujur dari Mendiang Jenderal Hoegeng Iman Santoso, tak lepas dari doa dan pengabdian dari Eyang Meri sebagai seorang istri”. Pungkas Kapolres Talaud.
Dilansir dari berbagai sumber perempuan yang akrab disapa Eyang Meri Hoegeng tersebut sempat dirawat intensif sebelum menghembuskan napas terakhir di RS Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, pada usia 100 tahun 7 bulan dan 10 hari. Selasa (3/2/2026).

Eyang Meri Hoegeng lahir pada 23 Juni 1925 di Yogyakarta, Hindia Belanda, dari pasangan dr Mas Soemakno Martokoesoemo dengan Jeanne Reyneke van Stuwe.
Almarhumah Eyang Meri menikah dengan Mendiang Hoegeng Iman Santoso pada 31 Oktober 1946 di Yogyakarta.
Pasangan ini dikaruniai tiga orang anak: dua perempuan dan satu laki-laki. Mereka adalah Renny Soerjanti Hoegeng, Aditya Soetanto Hoegeng, dan Sri Pamujining Rahayu.
Sejak menikah dengan Mendiang Hoegeng Iman Santoso Almarhumah Eyang Meri selalu setia mendampingi suaminya penempatan dinas di Medan hingga Jakarta.
Saat Jenderal Hoegeng pensiun dari kepolisian, Eyang Meri dan Hoegeng menghabiskan masa tua dengan menekuni hobi seperti melukis dan menyanyi. Selamat Jalan Eyang. (Red)














