Jembatan Antara Desa Ighik-Birang Rusak Parah Dan Ancam Keselamatan Warga, Bupati Talaud Dinilai Tutup Mata

Talaud, Lambeturah– Kecelakaan beruntun akibat kondisi Jembatan antara Desa Ighik- Birang Kecamatan Damau kabupaten Kepulauan Talaud yang rusak parah menjadi bom waktu bagi keselamatan warga setempat.

Jembatan darurat yang menjadi jalur vital penghubung aktivitas warga di Jalan Trans Pulau Kabaruan tersebut kondisinya sangat memprihatinkan dimana Jembatan tersebut patah di tengah-tengah saat ada Mobil sedang melintas.

Terpantau sebuah mobil jenis Mobil pick up Colt Mitsubishi dengan Nomor Polisi DL 8050 BA terperosok ke dalam jembatan darurat yang kondisinya sudah sangat rapuh, rusak, dan hampir runtuh, Senin (31/08/2026).

Kepada Redaksi, Beberapa warga masyarakat pulau Kabaruan, bahkan sudah ada yang menulisnya di media sosial laman Facebook menyatakan kekecewaannya. Mereka menilai bahwa kondisi ini sebagai bukti nyata lemahnya perhatian Bupati Talaud Welly Titah sebagai pemerintah kabupaten Kepulauan Talaud terhadap infrastruktur yang menyangkut keselamatan nyawa manusia dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami sangat kecewa, sudah tiga tahun warga mengarungi bahaya di jembatan tersebut dan tak pernah diperbaiki, bahkan Pada tgl 17 Agustus 2026 yg lalu juga terjadi kecelakaan mobil di lokasi jembatan ini yang nyaris merenggut nyawa rombongan Siswa-Siswi dari TK dan SDN Ighik. Untung salah satu ban mobil masih nyangkut di salah satu tiang penopang jembatan”. Ujar Warga kepada Redaksi sambil memohon identitasnya untuk dirahasiakan.

Warga menegaskan bahwa kondisi tersebut sangat membahayakan warga terutama anak-anak sekolah yang sehari harinya melintasi jembatan tersebut.

Wargapun menilai bahwa Bupati Welly Titah terlalu menutup mata atas kondisi yang dialami masyarakat yang tiap hari melewati bahaya saat melewati jembatan tersebut sehingga dengan kejadian tersebut warga kembali mendesak pemerintah daerah kabupaten Kepulauan Talaud untuk segera turun tangan meninjau langsung kondisi jembatan tersebut.

“Kami minta Bupati Welly Titah jangan lagi menutup mata karena Ini bukan lagi sekedar keluhan biasa, ini sudah menyangkut nyawa manusia, jangan nanti memberikan respon ketika sudah jatuh korban jiwa”. Ujar Warga pulau Kabaruan sambil meminta Redaksi untuk menyembunyikan identitasnya.

Warga setempat mengaku geram karena sudah beberapa kali disampaikan tentang kondisi jembatan yang sudah rusak parah dan mengancam nyawa manusia namun sampai saat ini dibiarkan tanpa penangan serius.

Senada dengan hal tersebut salah satu Tokoh Masyarakat pulau Kabaruan, Marzuki Mangero mengungkapkan hal yang sama.

“Sebagai masyarakat Pulau Kabaruan, kami sangat prihatin dengan peristiwa kecelakaan yang terjadi di jembatan darurat yang menghubungkan Desa Ihik, dan Birang Kecamatan Damau Kondisi jembatan ini sebenarnya sudah hampir setiap hari disampaikan oleh masyarakat kepada pihak-pihak terkait”. Ujarnya.

Ia menyatakan bahwa kondisi jembatan tersebut juga beberapa kali diunggah melalui media sosial sebagai bentuk perhatian dan kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan pengguna jalan. Namun, hingga kini keluhan tersebut dinilai belum mendapat perhatian serius dari para pemangku kepentingan.

“Masyarakat merasa prihatin karena peringatan mengenai kondisi jembatan sudah berulang kali disampaikan, tetapi penanganan belum juga dilakukan. Untuk saat ini, masyarakat tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Yang dibutuhkan adalah jembatan darurat yang baru dan lebih layak, sambil menunggu adanya pembangunan jembatan permanen melalui anggaran pemerintah”. Tulis Mangero ke Meja Redaksi.

Ia menegaskan bahwa Masyarakat juga mempertanyakan perhatian para wakil rakyat yang selama ini diharapkan dapat menyuarakan aspirasi masyarakat.

“Setelah terjadi kecelakaan, masyarakat kembali bertanya, di mana suara para wakil rakyat yang selama ini mengatasnamakan kepentingan masyarakat?”. Tandas Mangero.

Menurutnya masyarakat setempat saat ini meminta kepada yang memiliki kewenangan untuk segerah mengganti jembatan darurat tersebut dengan konstruksi yang lebih layak, setidaknya dapat dilakukan penanganan sementara dengan biaya yang relatif tidak besar dibandingkan dengan risiko keselamatan yang harus ditanggung masyarakat setiap hari.

“Masyarakat berharap kejadian ini menjadi perhatian serius pemerintah dan para pemangku kepentingan agar segera mengambil langkah nyata. Jangan sampai harus menunggu jatuhnya korban jiwa baru kemudian dilakukan penanganan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas, terutama bagi warga yang setiap hari menggunakan akses tersebut untuk menjalankan aktivitas dalam memenuhi kebutuhan hidup”. Pungkas Mangero.

Sementara itu, seorang guru dengan akun Imelda Paniat memberikan cuitan yang sangat menyentuh namun kritis di laman Facebook miliknya berharap kepedulian pemerintah daerah.

Menurutnya bahwa jembatan bukan lagi jembatan penghubung tapi jembatan ujung-ujung nyali🥹 tiap pagi berdoa bukan cuma selamat sampai ke sekolah tapi jembatannya jangan ikut pensiun duluan sebelum kami pensiun. mau datang ke sekolah saja seperti mau menaklukan gunung berapi, jalannya berbahaya belum sampai saja sudah lelah, kalau infrastruktur bagus kami bisa mengajar lebih semangat bukan lebih semangat berpegangan setir🥹Kami guru itu rela bangun pagi, rela lelah mengajar, rela mengoreksi tugas sampai malam, tapi yg kami tidak rela tiap hari harus jadi penjelajah medan berbahaya cuma untuk sampai ke sekolah, jalan bolongnya lebih banyak dari catatan kehadiran siswa jembatannya lebih rapuh dari janji manis saat kampanye, kalau jalan dan jembatan di jaga seperti anggaran rapat dinas pasti kami bisa sampai disekolah lebih cepat dari murid yang lari pulang☺️🙏#curhatgurupenaklukjalanbolongdanjembatanujinyali#pemerintahkabupatentalaud#pakbupatidanibubupati

Menanggapi peristiwa tersebut yang sudah ramai dibicarakan di media sosial, dua anggota DPRD Talaud yakni Voker Pelle dan Gunawan Talenggoran secara spotif tampil dimuka publik menjawab berbagai keluhan masyarakat. Keduanya memberikan cuitan agak berbeda saat menanggapi postingan masyarakat yang diunggah di media sosial laman Facebook milik Yefferson Lope Sambenaung.

Voker Pelle merasa merasa prihatin dan memastikan bahwa jembatan tersebut mendapatkan kucuran anggaran di tahun ini.

“Prihatin sekali kasing ini🙏
Kita pastikan dapat anggaran jembatqn ini sekarang….!”. Tulis Pelle.

Sementara Gunawan Talenggoran menyatakan bahwa anggaran jembatan darurat sudah diperjuangkan.

“sudah di perjuangkan tahun ini jembatan darurat….sambil menunggu lanjutan jembatan Permanen yang putus kontrak…” Tulis Talenggoran dengan emotikon air mata tanda prihatin.

Sampai berita ini di turunkan Redaksi belum berhasil menghubungi Bupati Kepulauan Talaud Welly Titah untuk dikonfirmasi. upaya konfirmasi dari wartawan  melalui pesan WhatsApp di nomor Ponsel 0811 433 XXX tidak digubris dan hanya meningalkan notifikasi centang dua. (/Red/HM/***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *