Manado, Lambeturah24 – Aksi koboi jalanan yang membahayakan nyawa terjadi di kawasan elit Megamas, Manado, Sabtu dini hari (11/10/2026) sekitar pukul 02.30 WITA.
Seorang pria yang diduga sebagai dokter di Siloam Hospital dan mengklaim dirinya adik Kapolda Sulawesi Utara, mengamuk dan berupaya memburu layaknya binatang seorang sekuriti Megamas dengan mobil listrik.
Korban, sekuriti berinisial RM alias Risky, selamat setelah berlari menyelamatkan diri dari kejaran mobil brutal yang dikendarai terduga pelaku berinisial W.
Kronologi: Dari Tabrak Traffic Cone hingga Kejar-Kejaran BrutalKejadian bermula saat mobil listrik merek Denza yang dikendarai Wiliam menabrak traffic cone dan rambu larangan di depan kantor pemasaran Megamas.Risky yang melihat kejadian itu kemudian membuntuti dan mencegat secara sopan di sekitar Cafe Mistik.
“Saya kemudian mencegat dan secara sopan meminta dia menurunkan kaca,” ungkap Risky di kediamannya, Sabtu pagi.Namun respons pelaku justru memanas. “Tiba-tiba dia bilang, ‘Oh saya tabrak aset ya?’ Kemudian dia mundurkan mobilnya lalu hendak menabrak saya. Selanjutnya saya lari dan dia mengejar dari belakang memakai mobil,” jelas Risky.
Aksi kejar-kejaran maut itu berlangsung dari Cafe Mistik hingga ke belakang Mie Gacoan, tepat di depan Hotel Wish Prime. Dalam pelariannya, mobil pelaku bahkan menabrak papan petunjuk lalu lintas.
“Karena dia begitu tekad menabrak, mobilnya secara brutal menabrak papan petunjuk lalu lintas. Saya terus melaju mencari rekan kerja karena hampir dia tabrak buta-buta dari belakang,” ujar Risky.
Mabuk dan Sesumbar Adik Kapolda
Aksi baru berhenti setelah sejumlah sekuriti lain di depan klenteng ikut mencegat. Dalam kondisi diduga mabuk berat dan berbau minuman keras, pelaku justru menantang.
“Dalam kondisi mabuk berat dia bilang, ‘Kalian mau lapor ke Kapolres dan Kapolda ya. Saya ini adik Kapolda. Silakan lapor’,” tutur Risky.
Pelaku disebut mengenakan kaus bertuliskan Siloam.
Setelah kejadian, kakak pelaku datang menjemput dan sempat meminta maaf kepada pihak sekuriti, menurut keterangan leader sekuriti. Mobil Denza milik pelaku sempat ditinggalkan di depan kawasan Milenium.
Ayah Korban Wartawan Polda Sulut: Ini Tindakan BiadabAyah Risky, Kamrin, yang merupakan wartawan desk liputan Polda Sulut, mendesak manajemen Megamas membawa kasus ini ke ranah hukum.
“Ini tindakan biadab orang yang sesungguhnya harus menyelamatkan nyawa manusia. Dokter kan? Tolong manajemen proses hukum itu. Saya nggak pusing mau dia adik Kapolda kah, atau adik Presiden kah, namanya ada indikator membunuh harus proses hukum,” tegas Kamrin.
Belum Ada Klarifikasi ResmiHingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari Polresta Manado, Polda Sulut, manajemen Megamas, maupun Siloam Hospital. Pihak yang disebut dalam pemberitaan masih berupaya dikonfirmasi untuk keberimbangan berita.
Jika terbukti mabuk, mengemudi brutal, dan menyalahgunakan nama pejabat Polri, perbuatan ini tidak hanya melanggar UU Lalu Lintas, tapi juga bisa dijerat Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan dan percobaan penganiayaan, serta mencoreng nama institusi Polri dan profesi dokter.
Redaksi Lambeturah24 mendesak Kapolda Sulut untuk memastikan tidak ada yang kebal hukum dengan mencatut namanya. Polresta Manado segera amankan CCTV kawasan Megamas. Siloam Hospital berikan klarifikasi tentangĀ status terduga pelaku .(Pem/Red/Tim Investigasi )










