MANADO — Di saat SPBU Sario, Wanea, dan Boulevard dikepung antrean mengular, banyak instansi memilih menunggu laporan. Polda Sulut tidak.
Wakapolda Sulut Brigjen Pol Dr. Susetio Cahyadi, S.I.K., M.M., M.H., CFrA., CSA, turun langsung. Bukan dari balik meja, tapi di aspal, di antara knalpot motor, di tengah terik dan sabar masyarakat yang menipis. Didampingi PJU, beliau cek satu per satu titik rawan. Ini namanya leadership by example.
Ini yang membedakan pengamanan kali ini:
1. TEGAS TAPI TIDAK MENEGANGKAN
Personel Polda Sulut dan Polresta Manado tidak datang untuk menggertak. Mereka datang untuk mengurai. Antrean panjang itu potensi kamtibmas — emosi naik, serobotan terjadi, klakson bersahutan. Kehadiran polisi di sana memutus potensi konflik sebelum meledak. Ini pencegahan, bukan penindakan.
2. HUMANIS DALAM MEMPERLAKUKAN MASYARAKAT
Yang paling menampar adalah aksi Polwan. Di tengah antrean yang bikin haus dan lelah, Polwan KIKI dan FETTY membagikan air mineral AQUA.
Tampak kecil? Justru di situ letak besarnya. Masyarakat yang sudah berjam-jam mengantre tidak butuh ceramah, mereka butuh diakui lelahnya. Seteguk air dari Polwan jauh lebih menenangkan daripada seribu imbauan lewat pengeras suara. Inilah Polri Presisi yang humanis — bukan slogan di spanduk.
3. KOMUNIKASI PUBLIK YANG JELAS
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Endrastiawan Setyowibowo tidak menutupi. Beliau jelaskan tujuan pemantauan: pastikan personel optimal, jaga keteraturan, beri rasa aman. Transparan, lugas, tidak berbelit. Masyarakat jadi paham, bukan bertanya-tanya.
CATATAN YANG MENYENTUH PERASAAN PUBLIK:
Antrean BBM bukan tugas pokok Polri. Itu ranah distribusi energi. Tapi ketika distribusi tersendat dan rakyat berkumpul dalam jumlah besar, maka yang pertama kali dicari rakyat adalah polisi. Dan Polda Sulut menjawab panggilan itu dengan benar.
Kami di LambeTurah24 mendukung penuh langkah ini. Tapi kami juga titip pesan santun:
Kepada Polda Sulut, teruskan pola turun langsung pimpinan ditambah dengan aksi humanis personel. Ini membangun kepercayaan yang tidak bisa dibeli dengan baliho.
Kepada masyarakat Manado, mari balas kebaikan ini dengan ketertiban. Sabar mengantre, hormati petugas, hormati sesama pengendara. Polisi sudah bagi air, kita bagi kesabaran.
Kepada pihak terkait distribusi BBM, tolong selesaikan dari hulu. Jangan biarkan polisi terus-menerus menjadi bemper dari masalah yang bukan dari mereka. Polisi bisa amankan antrean, tapi tidak bisa menambah stok BBM di tangki SPBU.
Hari ini, di Sario, Wanea, Boulevard, kita melihat potret Polri yang kita mau: hadir sebelum diminta, melayani sebelum dikeluhkan.
Apresiasi untuk Wakapolda Sulut dan seluruh jajaran. Manado tertib hari ini karena ada yang mau berdiri di bawah matahari bersama rakyat.
LambeTurah24 — Lugas, Tajam, & Santun.














