Penulis : Pemberian Manumbalang (Pemimpin Redaksi)
Sulawesi Utara, Lambeturah24.com— Sebuah Apresiasi untuk Kapolda Sulut dan Jajaran Polresta Manado Ada dua jenis pemimpin di negeri ini.
Yang pertama, memimpin dari balik layar monitor. Membaca laporan, menandatangani disposisi, dan menunggu foto bagus dikirim staf.
Yang kedua, seperti yang kami lihat di Sindulang Satu, Tuminting, di Jalan Hasanuddin 2, pada jam 17:59 di sebuah malam minggu — berdiri di bawah lampu ATM BRI yang temaram, berdiskusi dengan anggota di lapangan, tanpa protokoler berlebihan.
Irjen Pol. Yudo Hermanto, S.I.K., M.M., Kapolda Sulawesi Utara, adalah jenis yang kedua. Bersama Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, ia tidak memilih kafe. Ia memilih SPBU.
Kenapa Malam Minggu di SPBU Begitu Penting?
Karena selama ini, Manado bukan kehabisan bensin. Manado kehabisan rasa aman.
Antrean yang mengular dari Wenang sampai Malalayang, dari Mapanget hingga Tombulu, bukan sekadar antrean kendaraan. Itu antrean kecemasan. Seorang bapak ojek yang tak bisa narik karena Pertalite habis, seorang ibu yang tak bisa ke pasar, seorang mahasiswa yang terlambat kuliah. Di setiap selang SPBU yang kering, ada kehidupan yang ikut tertahan.
Dan ketika pada Minggu, 18 Oktober 2026, Kapolda turun langsung, semua itu berubah.
Hasil pendataan kami mencatat dengan jujur:
Di Coco Wenang masih ada 28.358 liter Pertalite, di Kombos Timur 30.806 liter, di Dendengan Dalam 25.327 liter, di Kairagi Weru 21.101 liter. Di Winangun Atas 17.046 liter. Di Sario, di Tikala Boulevard 18.000 liter, di Politeknik, di Teling, di Tuminting — semua terpantau, semua dicatat, semua dijaga.
Angka-angka itu bukan statistik. Itu adalah napas. Itu adalah janji bahwa besok Manado tetap bisa bergerak.
Polisi Yang Menjaga Liter, Sama Dengan Menjaga Kehidupan. Langkah yang diambil Polda Sulut dan Polresta Manado bukan langkah kecil:
– Pasokan Pertalite ditambah 30% dari kebutuhan harian normal.
– Terminal BBM Bitung dioperasikan 24 jam non-stop, kapal tanker dipaksa merapat lebih cepat.
– Marshal ditambah, operator SPBU ditambah, Satlantas mengatur arus agar antrean tidak tumpah ke jalan raya.
– Bhabinkamtibmas turun sosialisasi, Satreskrim mengawasi penimbunan, Tim Pantera Patroli malam.
– Pemeriksaan tangki modifikasi dilakukan — dan hasilnya NIHIL. Tidak ada yang bermain-main dengan hak rakyat.
Ini adalah definisi paling jujur dari kalimat: “Polri Hadir Untuk Masyarakat.”
Tidak ada penimbun yang dibiarkan. Tidak ada SPBU yang dibiarkan menjual seenaknya. Pengelola SPBU diingatkan, masyarakat diimbau beli secukupnya, jangan panik. Semua dilakukan dengan tertib, humanis, tanpa arogansi.
Inilah yang membuat kami di Lambe Turah 24 memberikan apresiasi setinggi-tingginya.
Di tengah gempuran kritik kepada institusi Polri di berbagai daerah, di Sulawesi Utara kami melihat potret yang berbeda. Kami melihat seorang Jenderal yang mau kotor sepatunya di lapangan. Kami melihat Kapolresta yang tidak lelah patroli dari pagi sampai malam minggu. Kami melihat anggota di lapangan yang berdiri mengatur antrean, bukan mengatur jarak dengan rakyat.
Seperti yang tertulis di poster kami malam ini:
“Bukan Sekadar Liter, Ini Napas Manado.“
Betul. Karena ketika Pertalite mengalir kembali, yang mengalir bukan cuma bensin. Yang mengalir adalah harapan. Harapan seorang ayah bisa mengantar anaknya sekolah tanpa mendorong motor. Harapan seorang penjual bisa kembali membuka lapak.
Tugas belum tuntas. Kami tahu, beberapa SPBU seperti Adipura dan arah GPI masih kosong di jenis tertentu, sistem barcode kadang masih rewel.
Tapi dengan komitmen pengawasan berlanjut, koordinasi dengan Pertamina yang diperketat, kami yakin — Manado tidak akan kembali ke masa antrean panjang yang menyakitkan.
Untuk Kapolda Sulut Irjen Pol. Yudo Hermanto, Kapolresta Manado Kombes Irham Halid, dan seluruh personel hingga Bhabinkamtibmas di pelosok:
Terima kasih.
Terima kasih telah memilih berdiri bersama rakyat di malam minggu, saat yang lain memilih beristirahat.
Terima kasih telah membuktikan bahwa seragam coklat itu bukan untuk ditakuti, tapi untuk menjaga agar setiap tetes Pertalite sampai ke tangan yang berhak.
Manado malam ini lebih tenang. Lampu-lampu SPBU kembali menyala terang. Dan di balik terangnya lampu itu, ada kerja keras kalian. Lanjutkan!. Sulut bersama Polri, kami memilih menghargai dan menulis yang memgabdi tanpa harus menjilat. (Red/Pra*)








