Penulis, Pemberian Manumbalang, Pemimpin Redaksi Lambeturah24
Tugas seorang pelajar adalah mencari ilmu sebanyak mungkin dan meraih prestasi dengan menempatkan kedisiplinan dan kerja keras sebagai kunci dalam mendapatkan kesuksesan. ungkapan ini mungkin paling tepat menggambarkan perjuangan dan kegigihan serta bakti dari seorang anak terhadap Orang Tua, Bangsa dan Negara terlebih Tuhan.
Dia adalah Rajaya Popal, Remaja pria kelahiran Manado 27 Oktober 2011 silam ini tercatat sebagai salah satu siswa di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Katolik St. Rafael merupakan putra bungsu dari pasangan suami-istri, Edwin Popal dan Feybe Kumendong.
Harus diakui sebagai sebuah “Aksioma” bahwa prestasi seorang paling sering merupakan hasil dari dedikasi, dukungan, dan bimbingan orang tua. Peran orang tua dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk belajar, memberikan motivasi, dan mengembangkan potensi anak sangatlah krusial dalam mencapai prestasi.
Tulisan ini tidak pernah bertujuan menggerus fungsi sekolah sebagai sarana pendidikan formal dalam menumbuhkan kecerdasan namun penulis hanya berusaha mengurai bahwa bahwa fungsi keluarga sebagai wahana pendidikan informal menjadi fondasi penting dalam menumbuhkan akhlak dan kecerdasan emosi karena semestinya, pendidikan yang sejati adalah kecerdasan yang disertai dengan akhlak.
Sebelum melanjutkan tulisan ini ijinkan penulis menyitir puisi karya Dorothy Law Nolte, yang berjudul Children Learn What They Live (Anak Belajar dari Kehidupan). Dalam puisi itu dikatakan,
“jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki. Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi. Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri. Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar menyesali diri.
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri. Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri. Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai. Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan, ia belajar keadilan. Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan. Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi dirinya. Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan“.
Merujuk dari puisi inilah, penulis berani menyimpulkan bahwa keluarga menjadi ujung tombak dalam membentuk karakter anak yang kuat, pemahaman agama yang benar dan kecintaan bangsa dan negara. Dan dalam konteks ini, Perjuangan dan kegigihan Rajaya Popal akhirnya berbuah manis, setelah Ia dinobatkan sebagai kampiun juara pada ajang pemilihan Putra Putri Bahari Se-Kota Manado Tahun 2025.
Pasca ditetapkan sebagai Jawara dalam Kontes Pemilihan Putra Putri Bahari se- Kota Manado, Remaja berparas menawan ini layak disandangkan sebagai pribadi yang berhati luhur, cerdas bahkan bermandikan prestasi, dan dari Rajaya, Penulis berusaha untuk belajar tentang makna sebuah ketaatan, perjuangan dan kegigihan dalam bingkai dedikasi.
Apresiasi atas torehan prestasi dari Rajaya Popal terus berdatangan dari seantero Bumi Nyiur Melambai, mulai dari Nelson Sangadi salah satu jurnalis dari daerah perbatasan kabupaten kepulauan Talaud sampai paling anyar, salah satu tokoh sentral di Sulawesi Utara yaitu Brigjen. Pol. Awi Setiono, S.I.K. M.Hum sebagai Wakapolda Sulawesi Utara.
Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Utara, Edwin Popal yang juga merupakan Ayahanda terkasih dari Rajaya Popal, saat dihubungi penulis mengaku bangga sekaligus haru atas torehan prestasi yang diukir oleh Putra Tercinta, Rajaya Popal.
“Sebagai orang tua Saya menghaturkan rasa terima kasih kepada Danlantamal VIII bersama jajaran yang diwakilkan Kabag Potmar Lantamal VVV, Letkol Laut I.Dewa Rai Perwata SH, Pemerintah Kota Manado, Dinas Pendidikan, Bank BRI dan IT Center Manado yang telah berkolaborasi menyelenggarakan ivent bergengsi dalam menggali dan mengembangkan potensi dari generasi muda dalam mencari duta pariwisata bahari yang berprestasi di Kota Manado bahkan Sulawesi Utara”. Ujar Edwin Popal.
Diketahui bahwa kontestasi Pemilihan Putra Putri Bahari Kota Manado, Sulawesi Utara adalah ajang pemilihan duta pariwisata bahari yang diselenggarakan untuk memilih sosok yang akan mewakili dan mempromosikan potensi bahari dan pentingnya kesadaran masyarakat tentang kelestarian lingkungan laut disekitar kota Manado bahkan Sulawesi Utara ke kancah nasional maupun internasional. (Red)








