Penulis : Pemberian Manumbalang
Sulut, Lambeturah– Kebahagiaan seseorang terletak dari bagaimana cara kita memandang dan memaknai hakekat hidup karena perjalanan hidup yang berarti pada dasarnya ketika seseorang mampu mendedikasikan dirinya untuk hidup demi orang lain.
Deskripsi ini mungkin yang paling tepat untuk menggambarkan sosok DR. Santrawan T Paparang, SH.,MH.,M.Kn, (STP), pengacara kondang asal Bumi Nusa Utara dalam memperjuangkan keadilan bagi masyarakat kecil dengan penuh dedikasi.
Sebagai seorang Lawyer yang sudah puluhan tahun malang melintang di dunia penegakan hukum, Ia betapa memahami makna sebuah kebenaran, sehingga Ia mampu memilah dengan tepat, kapan bertindak tegas dalam memperjuangkan kepentingan publik dan kapan harus memaafkan dengan kasih agar masyarakat merasa terlindungi.
Kesuksesan dan kedekatannya dengen sederet Tokoh Besar Nasional termasuk Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tak membuat pria kelahiran Bitung, 56 Tahun silam tepatnya 13 Juni 1970 ini menjadi jumawa namun kemuliaan jiwanya dalam melayani selalu terpancar dalam keseharian dari tokoh yang kini dipercaya sebagai salah satu Tim Advokasi DPP Gerindra.
Salah satu Tokoh Masyarakat Nusa Utara (Talaud,Sangihe, Sitaro) Petrus Simon Tuange, memberikan Testimoni tentang kiprah dari Seorang STP dalam memperjuangkan berbagai kepentingan publik di Bumi Nyiur Melambai.
Menurutnya STP adalah sosok Panutan yang rendah hati, bijak dan bersahaja serta tak suka menonjolkan diri dalam berbagai dedikasi dan aksi kemanusiaannya.
“Sampai saat ini masyarakat Sulawesi Utara masih sangat mengingat kegigihan DR. Santrawan Paparang, SH, MH, M.Kn saat memperjuangkan hak masyarakat dalam kasus sengketa tanah dimana seorang Ibu bernama Elvi Manampiring justru di jadikan terdakwa atas tanahnya miliknya sendiri”. Ujar mantan Plt. Bupati Talaud tersebut.
Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Talaud (Germita) Pdt. Dr. Arnold Apolos Abbas, M.Th juga memberikan Testimoni yang nyaris senada tentang Ketokohan dari Seorang STP dalam memperjuangkan hak hak masyarakat kaum marginal.
“Ia (STP-red) adalah sosok tokoh besar yang sudah berkiprah dalam kancah Nasional, ada berderet tokoh besar Nasional yang akrab dengan mulai dari pejabat negara sampai deretan aktor dan pengacara ternama”.
Selanjutnya pria yang diminta masyarakat Talaud untuk maju sebagai calon DPD tersebut menuturkan bahwa Sosok STP telah menorehkan tinta emas dalam dedikasi kemanusiaan, Dia poret hidup yang patut menjadi teladan generasi dalam kepekaan sosial.
“STP sosok Panutan yang rendah hati, bijak dan bersahaja serta tak suka menonjolkan diri dalam berbagai kiprah dan aksi kemanusiaannya”. Pungkas Abbas.
Diketahui Nama STP (sapaan akrab Paparang) tak hanya dikenal sebagai Pakar Hukum Pidana yang dikenal piawai dalam menyampaikan argumentasi hukum di persidangan.
Namun, sejak menitik karir sebagai Lawyer di Jakarta, STP masuk dalam daftar satu-satunya Lawyer termahal di Sulut bahkan dalam deretan Lawyer di Indonesia. Angka yang dipatok pun dalam penanganan perkara bisa menembus angka fantastis yakni, milyaran rupiah untuk satu kasus.
Tak heran, nama STP sempat menjadi langganan sejumlah pebisnis hebat, corporate ternama, pejabat, politisi maupun selebritas di Sulut maupun nasional untuk menangani perkara mereka.
Keahlian serta reputasi dari seorang STP yang beberapa kali memenangkan gugatan praperadilan di PN Manado, PN Jakarta Utara, PN Jakarta Selatan maupun Pengadilan diluar Jawa, ikut menjadikannya menjadi Lawyer terkenal sekelas Oto Hasibuan, Hotman Paris Hutapea, Patrialis Akbar maupun Lawyer berdarah Sulut lainnya OC Kaligis.
Dalam berbagai kesempatan STP mengatakan, semua yang bisa dia lakukan selama ini, bukan karena kehebatannya, namun, semua oleh karena kebaikan Tuhan Allah.
“Saya tidak akan pernah takut ataupun kuatir apapun, siapapun dia yang mencoba menghalangi penegakan supremasi hukum di tanah air ini termasuk di kampung halaman saya sendiri. Saya pastikan itu, saya lawan. Tukang ojekpun saya bela demi kebenaran dan keadilan,” ucap STP, dosen Pakar Hukum Pidana di beberapa kampus di Jakarta. (Pem/Red/*)








