Manado — Gereje Masehi Advent Hari Ke Tujuh (GMAHK) Melaksanakan Ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dan malam permintaan doa, Rabu (18/9/2024).
Menjadi hari permintaan doa bagi umat Advent untuk memanjatkan doa ucapan syukur kepada Tuhan, doa pengampunan, dan doa untuk negara,untuk jemaat(usulan doa dari umat),dan doa untuk keluarga.
Sebelum khotba dimulai ibadah diselingi dengan lagu dari kelompok jemaat dan pria kaum bapa.
Khadim dalam ibadah tersebut, Dr.Merry Elisbateh Kalalo SH.MH.
Pembacaaan Alkitab diambil dalam kejadian 31:13 dengan judul Yakub lari meninggalkan laban.
Dalam Ayat13 membahas tetang “Akulah Allah yang Betel itu, di mana” engkau mengurapi tugu,dan di mana engkau bernazar kepada-Ku; maka sekarang, bersiaplah engkau, pergilah dari negeri ini dan pulanglah ke negeri sanak saudaramu.”
Dalam khotbahnya menjelaskan tetang Nabi musa yang artinya (diambil dari air), telah dipilih Allah untuk menjadi umat pilihan dan dipercaya Allah dan menjadi saksi hidup untuk mempertahankan hukum hukum Allah melalui 10 Hukum.
“Musa adalah umat yang penurut hukum dan setia kepada Tuhan yang mengajarkan kepada bangsanya tentang ketaan dan ketekunan,” ujarnya.
Dari kesepuluh hukum itu (keluaran 20:8) hanya hukum yang ke 4 yang berawalan dengan kata “INGAT”, mengisyaratkan bahwa kita manusia sering lupa.
Pengkhotbah mengambil satu Ayat penutup yang terdapat dalam Yehezkiel 20 : 20 “Kuduskanlah hari-hari Sabat-Ku, sehingga itu menjadi peringatan di antara Aku dan kamu, supaya orang mengetahui bahwa Akulah TUHAN, Allahmu”.
Dan sebagai kesimpulan dari khotba malam permintaan doa ini, hari sabat adalah satu tanda antara Allah dan manusia.
“Sabat itu penting menjadi satu peringatan baawa Allah itu ada,yang menciptakan dunia ini ,Allah beristirahat pada hari sabat,dan kita umat manusia sebagai ciptaanNya bole menyucikan sabat bole beribadah melalui perbaktian sabat yang suci” tandasnya.
(Gland)














