
Tidak Ditata, Andrei Angouw Semau Gue Geser Duit Untuk Kepentingan Elektabilitas
MANADO – Pasar Murah yang digelar Walikota (cuti) Andrei Angouw – Wakil Walikota (cuti) Richard Sualang berpotensi memakan korban. Pasar haru biru yang dilaksanakan di rumah-rumah ibadah dengan tujuan menyelamatkan elektabilitas AARS sebagai petahana ini disebut-sebut mulai menyeret nama pejabat. Pasar murah itu diprediksi akan menyeret lebih banyak pejabat PPK dan PPTK, Bagian Kesra dan BKSUA yang terlibat di dalamnya. Pemkot melalui media massa membangun argumen omong kosong bahwa pasar itu diinginkan masyarakat. Tapi kenyataan keinginan tim sukses yang mengaku masyarakat. Di pasar murah identitas tagline AARS Lanjutkan mendapat tempat istimewa karena tim sukses menggerakkan yel yel tersebut untuk diteriaki masyarakat.
Dua pejabat yakni Dirut PD Pasar Manado Lucky Senduk dan Pjs Walikota Cley Dondokambey diperiksa penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Senin (22/10/2024).
Sumber resmi membocorkan, awal pemeriksaan Dondokambey dan Lucky Senduk karena pengembangan pernyataan Andrei Angouw dan Richard Sualang yang terlebih dahulu diminta keterangan di Polda Sulut. Sumber resmi itu mengatakan AARS memberikan keterangan bahwa sumber dana pasar murah dari PD Pasar Kota Manado. Itulah yang menyebabkan Polda memanggil Lucky Senduk sebagai Direktur Utama PD Pasar.
Sementara pasca AARS mengajukan cuti Pilkada, PJs Walikota Clay Dondokambey adalah pejabat yang paling intens melanjutkan kegiatan Pasar Murah dengan turun lapangan tiap hari.
Sumber lain mengatakan Lucky Senduk mengambil peran dengan memfasilitasi Gereja-gereja yang akan menerima sembako pasar murah. Namun belum diketahui apakah benar bahwa dana pasar murah bersumber dari duit perusahaan daerah.
“Intinya anggaran pasar murah tidak pernah ditata. Andrei Angouw sesuka hati geser dana. Makanya dia pantas diperiksa,” ujar sumber.
Kendati demikian, muncul kecurigaan bahwa AARS mengatur Pasar Murah semua gue dengan menggeser anggaran di APBD dan untuk selanjutnya baru akan ditata di perubahan APBD 2024.
Tindakan AARS ini menurut mantan anggota DPRD Manado Sultan Udin Musa sangat bertentangan dengan Pasal 71 UU Pilkada Nomor 10 Tahun 2016 yang melarang petahana melaksanakan program yang menguntungkan diri sendiri dan merugikan Paslon lain.
“Sanksinya adalah pembatalan sebagai kontestan Pilkada. Tapi sayangnya Bawaslu melihat bukan pelanggaran,” ujar Musa.
Kendati lolos dalam laporan ke Bawaslu Manado, Sultan Udin Musa meminta penyidik Tipikor Polda Sulut memproses AARS karena dugaan penyalahgunaan wewenang dan penyimpangan anggaran untuk Pasar Murah.
Pantauan media Selasa siang, Direktur PD Pasar Manado Lucky Senduk diperiksa penyidik Subdit II (Tipikor) Unit II Polda Sulut. Lucky Senduk mendatangi Polda Sulut sekira pukul 14.30 Wita, dengan menggunakan kaos hitam. Usai diperiksa sekira tiga jam lamanya, Lucky meninggalkan ruangan penyidik sekira pukul 16.50 Wita.
Lucky di depan awak media mengaku diperiksa terkait dugaan korupsi di lingkup PD Pasar Kota Manado khususnya masalah retribusi.
“Saya datang di Polda Sulut dalam rangka untuk menjelaskan tentang peraturan-peraturan yang ada di PD Pasar tentang sistim penagihan,” ujar Lucky.
Kemudian, lanjutnya bagaimana dirinya mulai kapan diangkat sebagai direksi.
“Baru sebatas itu, terima kasih,” singkatnya.
Saat ditanya awak media mengenai apakah ada kasus dalam panggilan tersebut, Lucky Senduk mengatakan tidak ada.
“Belum-belum,” kata Senduk.
Pernyataan Lucky ini menimbulkan kecurigaan banya orang. Lucky diduga mencari topik baru untuk mengalihkan perhatian media soal Pasar Murah.
“Sudah puluhan tahun berdiri baru sekarang polisi cari landasan hukum. Ah itu Lucky pe putar bale. Pasar murah itu,” kata mantan karyawan PD Pasar Manado.
Pernyataan berbeda disampaikan PJs Walikota Clay Dondokambey. Ia menyebut dirinya memenuhi panggilan untuk memberikan keterangan seputar dana insentif fiskal daerah Sulut, Selasa (22/10/2024) sore di Polda Sulut.
Selama beberapa jam Clay memberikan keterangan di salah satu ruangan Ditreskrimsus Polda Sulut.
Kemudian sekitar pukul 18.40 Wita Clay tampak keluar dari ruang penyidik Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor).
“Pemerintah daerah dan Kepolisian merupakan mitra kerja. Hari ini hanya memberiiab klarifikasi. Jadi kalau ada informasi yang dibutuhkan oleh teman-teman dari Reskrim, maka kita berikan informasinya,” papar Clay Dondokambey saat ditemui oleh awak media. (EPO)












