
MANADO – Tindakan Kapolda Sulut Irjen Pol Royke Langie yang langsung menggebrak pemeriksaan dugaan korupsi. Belasan pejabat sulut sudah dan sedang dalam pemeriksaan penyidik Polda. Tekad Kapolda Sulut mendapat dukungan penuh dari elemen masyarakat. Salah satu yang paling getol adalah sejumlah tim sukses E2L-HJP. Mereka beteriak meminta Kapolda tidak terpengaruh suara suara sumbang yang ingin melemahkan kinerja kepolisian.
“Korupsi di pusaran kekuasaan merah memang banyak. Jadi tangkap semuanya. Jangan ada sikap permisif. Penjarakan semua yang terlibat,” pinta beberapa timses Elly Lasut di grup what’s app.
Dukungan terhadap tim Elly Lasut dan Kapolda datang dari berbagai elemen juga.
“Semangat. Jangan lupa tuntaskan GD-OTA. Barang itu belum kelar. Yang bilang tuntas itu kubu Elly Lasut dan jaksa versi Elly Lasut. Termasuk pendukung Elly Lasut yang buta hukum. Pendapat hukum para ahli dan majelis hakim memang belum selesai. Elly Lasut masih berstatus terdakwa. Itu utang hukum terbesar yang tidak selesai. Siapa yang harus masuk penjara, Elly Lasut dan pendukungnya sudah tahu itu. Dan sebaiknya jangan pura pura buta huruf atau lupa diri. Atau malah teriak-teriak orang lain,” support salah satu warga Talaud.
Sementara itu Penjabat Bupati Talaud Dr Frangky Manumpil yang diperiksa penyidik Polda Sulut pada Selasa malam mengaku dicecar soal tiga hal. Pertama, dana APBD 2024, lalu belanja pegawai Talaud yang digeser-geser selama dua kali. Kemudian, Dana Desa yang tidak sesuai peruntukan. “Saya diperiksa soal tiga hal itu pak (wartawan,red),” ungkap Manumpil. Sumber resmi dari Jakarta membocorkan status Elly Lasut akan dieksekusi pada episode kedua setelah Polda tuntas menghabisi pejabat Pemprov.
“Nggak mungkinlah. kami merintis jalan untuk E2L-HJP. Terlalu mudah untuk menyelesaikan mereka. Kami merintis jalan untuk calon kami. Itulah strategi,” ujar politisi itu. (red)








