MANADO- Kepedulian Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE dalam mengakmodir aspirasi masyarakat Nusa Utara tak diragukan lagi. Hal ini sangat terlihat dengan dilantiknya, Jerry Kanalung, ST, MT, yang dipercaya mengemban amanah sebagai Plt. Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Provinsi Sulut, bersamaan dengan penetapan Salman Mokoginta, S.St.Pi sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, pada, Jumat (13/03/2026) di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado.
Pelantikan Jerry Kanalung, ST,MT sebagai Plt. Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Provinsi Sulut di dipandang sebagai bentuk penghormatan dan kepercayaan dari Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, terhadap etnis Nusa Utara yang berada di Kabupaten Sangihe, Kabupaten Sitaro, Kabupaten Talaud maupun yang berdiaspora di hampir seluruh wilayah Sulawesi Utara.
Tokok Masyarakat Nusa Utara Drs. Jhon Palandung, M.Si, kepada Redaksi mengatakan bahwa pelantikan Jerry Kanalung merupakan bentuk penghargaan dan penghormatan kepada kader-kader terbaik Nusa Utara untuk berkarya dan memberi yang terbaik pada pemerintahan Gubernur YSK dan Wakil Gubernur Viktor Mailangkay.
“Terima kasih Pak Gubernur YSK untuk kepercayaan dan perhatiannya kepada Nusa Utara,” Ujar Palandung
Selanjutnya, Mantan Assisten Pemerintahan & Kesra Setda Provinsi Sulut tersebut mengingatkan untuk pentingnya menjaga amanah yang telah dipercayakan oleh Gubernur YSK demi integritas dalam merawat perasaan publik.
“Amanah yang ditipkan jangan disia-siakan, Dedikasi dan loyalitas itu sangat penting. Ingat, jabatan itu adalah kepercayaan dititipkan dari yang memberi jabatan,” Pungkas Mantan Wakil Bupati Sitaro tersebut dengan bijak.
Aresiasiasi yang sama terhadap kinerja Gubernur YSK juga datang dari Tokoh Nusa Utara yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Sinode Gereja Masehi Injiili Talaud (Germita) Pdt. Dr. Arnol Apolos Abas, M.Th.
Selanjutnya Tokoh Sentral Germita ini mengucapkan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara yang tidak melupakan eksistensi masyarakat Nusa Utara dengan tetap mengakomodir warga Nusa Utara yang meniti karir sebagai birokrat.
“Jabatan yang ditipkan adalah sebuah kehormatan yang terkadang mengikis perasaan tidak setara dari sebuah etnis, jadi rawatlah dengan baik amanah yang dititipkan jauh dari perasaan takabur dan lupa diri, karena kejatuhan seseorang apapun jabatannya akan menghampiri saat nilai kebenaran dianggap tak berharga dan kepentingan rakyat disia-siakan”. Ujar Pendeta yang selalu peduli terhadap kaum Disabilitas dan Termarjinalkan di Talaud. (Red***)













