MANADO, Lambeturah– Presure yang disampaikan Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE agar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut dr. Rima Lolong ikut memperhatikan pelayanan kesehatan di RSKI (Rumah Sakit Khusus Infeksi) Kitawaya Manado, rupanya hanya sebatas retorika semata.
Betapa tidak, baru 10 hari pasca RSKI Kitawaya menerima pasien BPJS Kesehatan, rumah sakit khusus infeksi satu-satunya di bumi nyiur melambai tersebut justru ikut diperhadapkan dengan sejumlah persoalan penting diantaranya, tidak adanya stok obat di gudang famasi.
minimnya tenaga dokter umum, dokter spesialis dan sejumlah fasilitas kesehatan seperti alat rontjen yang belum bisa digunakan karena kekurangan tenaga.
“Kadis Kesehatan Sulut dan pejabat teknis lainnya di dinas kesehatan sebaiknya jangan tutup mata dengan persoalan ini. Salut semestinya, hanya dalam tempo 2 tahun RSKI sudah bisa melayani pasien BPJS. Tapi, bagaimana mungkin mereka (RSKI,red) akan berkembang, jika dinkes Sulut terkesan tutup mata dan acuh tak acuh dengan persoalan di RSKI,” kata , Esli Soma, SH Penggiat Masalah Kesehatan di Sulut.
Menurut dia, dinkes Sulut dibawah kepemimpinan dr. Rima Lolong dan jajarannya semestinya ikut mengawal pelayanan kesehatan di RSKI Kitawaya pasca rumah sait tersebut telah melayani pasien BPJS.
“RSKI itu masih butuh pendampingan dari induknya. Jangan dipersulit urusan-urusan teknis termasuk pengadaan obat dan distribusi tenaga dokter ke rumah sakit tersebut. Pembangunan fisiknya juga perlu diperhatikan, supaya rumah sakit pemprov ini bisa menjadi opsi pertama masyarakat dalam mencari kesehatan yang layak,” ungkap Esli Soma, SH.
Jika dalam evaluasi Gubernur YSK masih terdapat hal-hal yang belum maksimal dalam pemberian pelayanan di RSKI Kitawaya Manado, maka Esli mendesak agar Gubernur YSK bisa melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan sejumlah pejabat di dinkes Sulut.
“Jika tidak, maka pemberian pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat Sulut sesuai dengan visi-misi Gubernur YSK tak akan tercapai.
Sampai berita ini naik tayang Redaksi belum berhasil menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut dr. Rima Lolong untuk di konfirmasi terkait hal tersebut. ((Red/***)
(*)








