Lambeturah, Manado- Menghadapi potensi dampak musim kemarau berkepanjangan yang dipicu fenomena El Nino, Polresta Manado bersama Pemerintah Kota Manado menggelar Apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana di Lapangan Apel Mapolresta Manado, Selasa (4/8/2026).
Apel tersebut menjadi langkah awal memperkuat koordinasi lintas instansi sekaligus memastikan kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi berbagai potensi bencana selama musim kemarau.

Kegiatan dipimpin Wali Kota Manado Andrei Angouw dan dihadiri Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid, Wakapolresta Manado AKBP Eko Sisbiantoro, Kepala Pelaksana BPBD Kota Manado Dr. Dinald S. Sambuaga, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Manado Jimmy C.E. Rotinsulu, para Pejabat Utama Polresta Manado, Kapolsek jajaran, serta personel gabungan TNI, Polri, BPBD, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pemadam Kebakaran.
Apel digelar menyusul meningkatnya kewaspadaan terhadap dampak fenomena El Nino yang diperkirakan memicu penurunan curah hujan dalam beberapa bulan ke depan. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kekeringan, berkurangnya pasokan air bersih, meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta terganggunya ketahanan pangan dan stabilitas harga kebutuhan pokok.
Dalam amanatnya, Wali Kota Manado Andrei Angouw menegaskan bahwa seluruh instansi harus mengubah pola penanganan bencana dari yang bersifat reaktif menjadi preventif. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar dampak El Nino dapat diminimalkan sejak dini.
Sejumlah langkah strategis pun disiapkan, mulai dari penegakan larangan pembakaran lahan (zero burning), peningkatan patroli dan pemantauan titik panas (hotspot), penguatan koordinasi Satgas Pangan untuk menjaga ketersediaan bahan pokok, hingga pengawasan distribusi air bersih dan penyediaan sumber air di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.
Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid, S.I.K., menegaskan bahwa Polresta Manado siap mendukung penuh upaya mitigasi yang dilakukan pemerintah daerah. Menurutnya, seluruh personel telah diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan melalui patroli, deteksi dini, edukasi kepada masyarakat, serta koordinasi yang intensif dengan seluruh instansi terkait.
“Penanganan dampak El Nino membutuhkan kerja sama semua pihak. Kehadiran Polri bukan hanya saat terjadi bencana, tetapi juga dalam upaya pencegahan agar risiko yang muncul dapat ditekan semaksimal mungkin. Sinergi yang kuat akan menjadi modal utama dalam melindungi masyarakat,” ujar Kapolresta.
Melalui apel tersebut, seluruh peserta juga melakukan pengecekan kesiapan personel dan perlengkapan sebagai bentuk komitmen menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi selama musim kemarau.
Diketahui El NiƱo adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut di atas normal yang terjadi di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur, memicu penurunan curah hujan, kemarau lebih kering, serta peningkatan suhu udara global.
Dampak di Indonesia :
Kekeringan: Berkurangnya potensi pembentukan awan hujan menyebabkan musim kemarau menjadi lebih panjang dan kering.
Risiko Kebakaran: Peningkatan suhu dan kekeringan memicu kerentanan kebakaran hutan serta lahan.
Sektor Pertanian: Potensi gagal panen akibat menipisnya ketersediaan air irigasi
Di akhir kegiatan, masyarakat diimbau untuk ikut berperan aktif dalam upaya pencegahan bencana dengan menggunakan air secara bijaksana, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran di lingkungan sekitar.
Melalui sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan Kota Manado mampu menghadapi dampak El Nino secara lebih siap, sehingga keselamatan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan stabilitas keamanan tetap terjaga selama musim kemarau berlangsung. (Red/Pra)








