Persembahkan Medali Emas Di Momen HUT Kemerdekaan RI Ke- 81, Kezia Tesalonika Umboh Berhasil Tumbangkan Jawara Dari Hongkong Wong Pui Lam Dalam Kompetisi Asian Hapkido Championship, Peran Tonaas Wangko Isak Tambani Dalam Memotivasi Kezia DKK Diakui Sangat Berarti

Lambeturah, Sulawesi Utara– Nama Kezia Tesalonika Umboh mendadak melejit usai menunjukkan prestasi nan gemilang dengan berhasil mempersembahkan medali emas dalam ajang kompetisi Asian Hapkido Championships And 3rd Asian Youth Hapkido Championships 2026 yang digelar di Hong Kong, Sabtu (15/8/2026).

Prestasi yang diukir Kezia Tesalonika Umboh membuat publik kembali mengenang kejayaan Indonesia dalam didunia olahraga bela diri saat sosok atlit legendaris kebanggaan Indonesia asal Sulawesi Utara Aneke Mantiri yang berhasil merobohkan Yoko Tominaga dari Jepang dalam kejuaraan Internasional Taekwondo beberapa dekade yang lalu.

Diketahui, Sebanyak empat atlet asal Sulawesi Utara diutus dalam kompetisi internasional tersebut, yakni Kezia Tesalonika Umboh (Airmadidi, Minahasa Utara), Wendy Hezkia Rarung (Kauditan, Minahasa Utara), Gracia Karin Tanwijaya (Kota Bitung), serta Andreas E. Waturandang (Airmadidi, Minahasa Utara)

Bintang utama dalam kejuaraan ini adalah atlet asal Airmadidi, Kezia Tesalonika Umboh. Ia sukses menyabet medali emas sekaligus meraih gelar prestisius The Best Player pada nomor pertarungan (Daeryun) putri senior kelas Over 55–59 kilogram.

Perjalanan Kezia menuju podium tertinggi dilalui dengan menumbangkan wakil Thailand, Nichapha Inthaising, sebelum akhirnya memastikan kemenangan mutlak atas atlet tuan rumah Hong Kong, Wong Pui Lam, di partai final.

Prestasi gemilang Kezia turut diikuti oleh atlet asal Kauditan, Wendy Hezkia Rarung. Wendy berhasil menembus babak final dan membawa pulang medali perak pada nomor Daeryun kelas 72 kilogram putra. Medali perak lainnya juga disumbangkan oleh atlet asal Bitung, Gracia Karin Tanwijaya, yang turun di kategori Daeryun Female Senior Under 55 Kg. Sementara itu, Andreas E. Waturandang turut memberikan performa maksimal meski belum berhasil membawa pulang medali pada ajang kali ini.

Prestasi yang membanggakan tersebut dirasakan begitu spesial bagi masyarakat Sulawesi Utara dalam merayakan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Namun keberhasilan para atlet ini tidak lepas dari kerja keras dan dukungan motivasi yang begitu berarti berbagai pihak termasuk dari Tonaas Wangko Isak Tambani.

Kepada Wartawan Ketua yang juga merupakan Pendiri Yayasan Pa’Esaan Ne Tua Tua Minaesa (PNTTM), Tonaas Wangko Ishak Tambani, secara khusus memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan tim Hapkido Sulut.

Isak yang adalah Tokoh Masyarakat Minahasa Utara (Minut), adalah sosok yang dikenal aktif memberikan sokongan terhadap pengembangan prestasi olahraga di Sulawesi Utara.

“Di hari kemerdekaan ini, mereka telah menjadi pahlawan bagi daerah dan bangsa. Ini adalah bukti nyata bahwa anak-anak Minahasa Utara mampu bersaing dan berprestasi di kancah internasional. Saya akan selalu mendukung siapa saja yang memiliki skill dan kemauan besar untuk mengharumkan nama Sulawesi Utara,” tegas Tonaas Wanngko Isak yang dikenal sukses menjamin dan mengundang Prabowo Subianto Pulang Kampung, Kala itu Presiden RI ini, masih sebagai Calon Presiden.

Atas dukungan tersebut, Kezia menyampaikan rasa syukurnya. Ia menyadari bahwa fasilitas dan motivasi dari berbagai pihak sangat berarti dan rusial dalam menunjang kesuksesan atlet.

“Medali emas dan gelar The Best Player ini tidak terlepas dari dukungan penuh Bapak Ishak Tambani yang selalu memotivasi dan memfasilitasi kami. Terima kasih atas kepercayaan yang luar biasa, ini adalah persembahan kami untuk Indonesia di hari kemerdekaan,” ujar Kezia. (Pem/Red*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *