Bolmut, Lambeturah– Sungguh diluar batas kewajaran sebagai Abdi Negara yang mestinya jadi panutan namun justru jadi biang kerok dan kaki tangan investor asing yang merampok kekayaan Negara.
Hal ini dipertontonkan oleh dua oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Asal Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) yakni Victor Posangi dan Fenty yang diduga kuat jadi antek Investor Asing Asal Cina untuk mrnggarong uang Negara melalui aktivitas Tambang Ilegal Di kecamatan Bintauna, kabupaten Bolmut.
Diketahui Vikor Posangi dan Fenty adalah Pasangan Suami Istri yang berprofesi sebagai ASN.
Berdasarkan sumber yang berhasil di rangkum Redaksi menjelaskan bahwa aktivitas PETI tersebut dikelola secara masif oleh seorang Aparatur Sipil Negara bernama Viktor Posangi.
Menurut sumber bahwa Viktor memiliki tanah seluas 300 hektar. Tanah seluas itu bersumber dari tanah pribadi dan hasil pembelian dari masyarakat.
Untuk melancarkan PETI tersebut, Viktor mengandeng kurang lebih 4 investor China yang kemudian tergabung dalam tiga grup besar. Para WNA ini dikabarkan menyiapkan uang dalam jumlah tak terbatas kepada Viktor dan lelaki Recky.
“Mereka semua WNA China. Supaya lancar, sudah kasih uang muka miliaran ke Viktor dan Recky,” Ujar saat dihubungi Redaksi baru baru ini.
Kemudian Viktor mengaktifkan sedikitnya 10 unit ekscavator. Dia kemudian memasang sejumlah orang dari pintuk masuk kawasan sebagai spion untuk memata-matai aparat yang datang.
Selain itu Viktor juga mengaktifkan peran istrinya bernama Fenty untuk mengatur jalur masuk puluhan ton solar subsidi ke lokasi.
“Bayangkan 10 ekscavator plus mesin pengolah material membutuhkan belasan ton solar tiap hari. Itu semua Fenty yang kerjakan. Jadi silahkan aparat melakukan penyelidikan lapangan,” ujar sumber tersebut.
Menariknya Viktor diduga menggunakan koperasi simpan pinjam untuk memayungi aktivitas ilegal tersebut. Koperasi itu bernama Koperasi ORA.A dan menurut dia bukan Koperasi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).
“Itu bukan koperasi WPR. Koperasi Simpan Pinjam di Bintauna. Silahkan dicek di Pemkab,” ujar dia.
Sumber itu juga menyatakan, ada tiga sosok yang sangat aktif memainkan PETi tersebut. Mereka adalah Viktor Posangi, Istrinya Fenty dan lelaki Recky .
“Saya tahu mereka berkoordinasi dengan Polsek setempat dan Polres Bolmut. Ironinya Polda Sulut tidak tahu. Ada apa?,” ujar dia.
Menanhgapi hal ini, Aktivis PAMI Perjuangan Jefrey Sorongan langsung bersiap membawa laporan ke Mabes Polri, Kejaksaan Agung dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI.
“Ada dua hal penting. Keterlibatan ASN di pusaran PETI dan mafia minyak subsidi yang harus kami usut itu,” tegas Sorongan.
Sampai berita ini naik tayang Redaksi belum berhasil mengubungi Viktor maupun Fenty untuk di konfirmasi terkait keterlibatan mereka dalam aktifitas tambang ilegal yang melibatkan pihak warga negara asing. (Red**)













