Lambeturah24. Manado– Aksi tawuran yang melibatkan pelajar dari dua sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kota Manado menjadi perhatian setelah videonya beredar di media sosial. Menyikapi kejadian tersebut, Polsek Wanea segera mengambil tindakan dengan mengamankan seorang pelajar yang diduga terlibat serta melakukan upaya pembinaan dan penyelesaian masalah secara bersama-sama.
Pelajar berinisial E.S. (15) diamankan personel Polsek Wanea menyusul aksi tawuran yang terjadi di Jalan Pumorouw, Kecamatan Wanea, Manado, Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 13.00 WITA.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, kejadian tersebut diduga bermula dari persoalan antar pelajar. Sehari sebelum tawuran, E.S. disebut sempat dikejar oleh sejumlah pelajar dari sekolah lain di kawasan Terminal Karombasan.
Perselisihan tersebut kemudian berlanjut hingga E.S. diduga mengajak beberapa rekannya untuk melakukan penyerangan terhadap pelajar dari sekolah lain. Aksi penyerangan akhirnya terjadi di Jalan Pumorouw sebelum berhasil ditangani oleh aparat kepolisian.
Usai kejadian, Pawas Polsek Wanea IPTU S. Sianturi bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Pakowa AIPDA A. Tondok mengambil langkah problem solving dengan melibatkan pihak sekolah dan keluarga pelajar.
Polsek Wanea juga berkoordinasi dengan pihak kesiswaan dari sekolah terkait yang diwakili J.A. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan pembinaan kepada para pelajar sekaligus mencari solusi bersama agar perselisihan tidak kembali berkembang menjadi aksi kekerasan.
IPTU S. Sianturi menyampaikan bahwa upaya mencegah tawuran di kalangan pelajar membutuhkan kerja sama antara kepolisian, sekolah, dan orang tua.
“Kami mengingatkan para pelajar untuk tidak mudah terprovokasi dan menyelesaikan setiap persoalan dengan cara yang baik, bukan dengan kekerasan. Pengawasan serta pembinaan dari orang tua dan pihak sekolah juga sangat diperlukan,” ujar IPTU S. Sianturi.
Dalam kesempatan tersebut, kepolisian turut memberikan edukasi kepada pelajar mengenai bahaya serta konsekuensi hukum yang dapat timbul akibat membawa atau menggunakan senjata tajam maupun terlibat dalam aksi kekerasan.
Setelah proses pembinaan dan koordinasi bersama pihak sekolah serta keluarga dilakukan, E.S. selanjutnya diserahkan kepada orang tuanya untuk mendapatkan pengawasan dan pembinaan secara lebih lanjut.
Polsek Wanea menegaskan komitmennya untuk terus mengintensifkan upaya preventif, patroli, serta kegiatan pembinaan kepada kalangan pelajar sebagai langkah pencegahan terhadap tawuran dan berbagai bentuk gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Kami berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi. Para pelajar memiliki masa depan yang masih panjang dan harus mendapatkan arahan yang baik agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya. (Pra/Red)









