Saat Wakapolda Bersama Kabid SMK Berada Di Sekolah Demi Masa Depan Anak-Anak Sulut

SULUT, LAMBETURAH24.COM– Ada pemandangan yang tidak biasa di SMKN 3 Manado pagi itu.

Seorang Jenderal bintang satu, BRIGJEN POL Dr Susetio Cahyadi, S.I.K., M.M., M.H., tidak berdiri di atas podium kekuasaan. Ia duduk. Di meja sekolah. Di antara guru dan siswa. Di antara masa depan.

Bersamanya, ada sosok yang bekerja dalam senyap, Join Entiman, S.Pd – Kabid SMK Dinas Pendidikan Sulut.

Lelaki yang tidak banyak bicara di media, tapi jejak kerjanya ada di setiap bengkel SMK yang hidup, di setiap siswa SMK yang kini punya harapan kerja.

Dua orang ini bertemu bukan karena seremonial. Mereka bertemu karena satu kegelisahan yang sama: Bagaimana menjaga anak-anak kita agar tidak tersesat?

Hari ini, kenakalan remaja bukan lagi soal bolos sekolah. Ia adalah tawuran, miras, narkoba, perundungan, dan pergaulan bebas yang dibungkus konten TikTok.

SMK adalah ujung tombaknya. Karena di usia SMK-lah anak-anak berada di persimpangan paling rawan – antara menjadi tenaga terampil atau menjadi angka statistik kriminal.

Di sinilah kehadiran WAKAPOLDA menjadi krusial.

Kita terlalu lama berpikir keamanan sekolah adalah tugas satpam dan guru BK. Padahal tidak.

Ketika WAKAPOLDA hadir dalam apel pagi, ia sedang mengirim pesan paling keras kepada para pengedar, kepada para perundung, kepada dunia luar yang mencoba masuk ke gerbang sekolah, “Jangan sentuh anak-anak kami.”

POLRI hadir bukan untuk menakuti siswa.

POLRI hadir untuk memastikan papan tulis tetap penuh dengan mimpi, bukan dengan ketakutan.

Dan kita harus jujur memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kabid SMK Join Entiman, S.Pd.

Di bawah komando Kadis Pendidikan, ia adalah eksekutor program Gubernur Sulawesi Utara dalam membangun SMK yang bukan sekadar sekolah, tapi pabrik masa depan.

Program Gubernur tentang SMK Pusat Keunggulan, Link and Match dengan Industri, dan Cegah Anak Putus Sekolah tidak akan jalan tanpa kerja tak kenal lelah dari orang-orang seperti Join Entiman.

Ia turun ke sekolah, ia dengar keluhan guru, ia pastikan bantuan sampai. Tanpa sorotan kamera.

Sinergi inilah yang sangat didambakan ketika Pendidikan menyiapkan skill, dan Kepolisian menyiapkan shield (perisai).

Satu menyiapkan masa depan, satu menjaga agar masa depan itu tidak dirampas di jalan.

Untuk siswa SMKN 3 Manado dan seluruh SMK di Sulut, ingatlah:

Masa depan kalian tidak ditentukan oleh seberapa keren kalian di tongkrongan, tapi seberapa tahan kalian menolak ajakan yang salah.

Hari ini, negara hadir di sekolah kalian. Bukan dengan borgol, tapi dengan kepedulian. Jangan sia-siakan.

(Catatan Pemimpin Redaksi, Pemberian Manumbalang, LAMBETURAH24.COM – Dari Sulut Untuk Nusantara).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *