Manado — Pasar Pinasungkulan yang terletak di Karombasan Utara, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Sulawesi Utara, adalah salah satu pasar yang menjadi perahatian penting pemerintah pusat.
Bahkan pasar tersebut pernah dikunjungi langsung oleh orang nomor satu Indonesia Ir.H.Joko Widodo pada 19 Januari 2023 silam.
Begitu banyak program pemerintah pusat yang dialokasikan kepada Pemerintah Provinsi dan dijalankan oleh Pemerintah Kota Manado untuk menjadikan pasar tradisional pinasungkulan lebih baik lagi.
Pemerintah pusat selalu memantau aktifitas pasar pinasungkulan untuk menunjang Pemerintah Kota Manado dengan memastikan program-program Pemerintah Pusat berjalan dengan baik melalui aktifitas pelaksanaan petugas pasar yang terjun langsung dipasar pinasungkulan.
Veppy Rambi Manager Unit Pasar Pinasungkulan Karombasan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) menyampaikan ada kurang lebih 57 personil dengan sigap bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya masing masing.
“Kami bekerja sejak pukul 09.00 Wita sampai pukul 17.00 Wita. Mulai dari Kebersihan penertiban dan penataan, Administrasi, keuangan dan Aset pemeliharaan, ujar Veppy Rabu (11/9/2024).diruangannya.
Lanjut Veppy, melihat ramainya aktifitas masyarakat yang sangat tinggi dipasar pinasungkulan dari pukul 04.00 Wita sampai pukul 11.00 Wita, petugas pelaksana pasar mengambil beberapa strategi kebijakan untuk mengatur ketertiban kebersihan pasar.
“Kusus untuk yang bukan jalan utama pasar personelnya membersihkan sampah setelah aktifitas pasar selesai. Dan untuk jalan utama pasar, melalui personelnya sudah bekerja sejak pagi hari,” ucap Rambi
Petugas kebersihan pasar bekerja sampai sore hari untuk membersihkan seluruh pasar demi untuk menjaga kenyamanan dan keindahaan pasar.
“Dilakukan dua kali Monitiorong pada pagi dan sore hari untuk memastikan kebersihan dan ketertiban pasar sudah tercover dengan baik”ungkapnya.
Rambi menambahkan, untuk bagian administrasi dan keuangan kususnya untuk penagihan retribusi pedagang pasar, Perumda sudah bekerja sama dengan Mitra Kasih Perkasa (MKP) untuk memudahkan pedagang membayar retribusi, dengan system aplikasi e-retribusi.
“Jadi sudah lebih transparan tidak ada lagi penagihan retribusi langsung kepada pedagang,masyarakat bisa langsung membayar retribusinya dengan sistem aplikasi e-retribusi MKP(Mitra Kasih Perkasa)”bebernya.
Sedangkan untuk bagian aset pemeliharaan, penataan dan pengamanan, sejak pagi bekerja melakukan penertiban pedagang yang berdagang bukan pada tempat yang disediakan untuk berjualan.
Ia juga mengatakan, Pemkot Manado dan perumda berencana membuat tempat untuk klaster usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) atau pengelompokan dagangan sejenis untuk kawasan pasar pinasungkulan, sehingga akan memudahkan masyarakat berbelanja sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehari hari.
“Untuk fasilitas pasar sudah cukup memadai tetapi masih ada permintaan dinas pelaksana pasar untuk pengadaan atap hanggar ikan, sehingga pedagang yang berjualan diarea yang tidak sesuai peruntukannya bisa menempati hanggar yang disiapkan merintah kota dan perumda.
Besar harapan pemerintah kota manado
yang bekerja sama dengan perumda menginginkan pasar pinasungkulan dan suluruh pasar yang ada dimanado dikelola dengan modern.
“Dinas pelaksana tugas pasar selalu
berkoordinasi dan menghimbau kepada pedagang untuk sama sama saling menjaga kebersihan,ketertiban dan keamaan sehingga aset pasar bisa terawat dengan baik,” pungkasnya.
Selain itu bagi pecinta kuliner, pada malam hari tersedia beragam makanan pada malam hari.
“Untuk Aktifitas Pada malam hari pasar pinasungkulan disulap menjadi pasar kuliner, untuk menikmati sajian berbagai makanan khas kota manado dengan harga yang sangat terjangkau,”tandasnya.
(Glend














