Sulut, Lambeturah– Permohonan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk diminta menambah kuota jatah calon taruna ataupun taruni di Sulawesi Utara terus menggema diruang publik.
Seruan tersebut salah satu disampaikan disampaikan oleh Tokoh Masyarakat Nusa Utara (Kepulauan Talaud, Sangihe dan Sitaro) yang sekaligus merupakan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Musyawarah Kabupaten Kepulauan Talaud (DPP MUKAT) Ir. Alex Binilang, MT kepada Redaksi, Senin (08/06/2026).
Selanjutnya, Ketua DPP MUKAT tersebut menyatakan bahwa pihaknya sangat menghormati kompetensi dan Passing Grade dalam seleksi calon Taruna/Teruna Akpol yang di gelar di Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut).
Ketika disinggung mengenai tidak terakomodirnya putra putri terbaik Nusa Utara dalam seleksi tersebut?, Akademisi yang selalu tampil familiar tersebut menanggapi dengan santun bahwa belum terakomodirnya putra putri terbaik asal Nusa Utara hanya merupakan faktor ketidak beruntungan saja karena terbatasnya kuota.
“Kami menilai bahwa seleksi Calon Taruna/Taruni yang digelar di Polda Sulawesi Utara sudah Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH) tanpa adanya jalur khusus di luar regulasi, dan mengenai belum terakomodirnya putra putri terbaik asal Nusa Utara dikarenakan hanya kuota terbatas yaitu hanya lima orang”. Ujar Akademisi yang dikenal selalu objektif dalam bertutur.
Sehingga dalam menjawab tuntutan masyarakat Nusa Utara dalam hal belum terakomodirnya keterwakilan dari daerah kepulauan yang di ketahui sebagai daerah Perbatasan yang menjadi Beranda Utara NKRI, Pihaknya sebagai Ketua DPP. MUKAT memohon dengan hormat kepada Bapak Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri untuk berkenan menambah kuota untuk calon Taruna/Taruni di Sulut.
“Kami memohon dengan hormat kepada Bapak Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri untuk berkenan menambah kuota untuk calon Taruna/Taruni di Sulut agar putra putri terbaik dari daerah Nusa Utara memiliki kesempatan untuk mengabdi kepada Negara melalui institusi Polri”.
Hal ini disampaikan oleh Tokoh Muda Talaud Okbrin Apena, S.IP kepada Redaksi, Senin (08/06/2026).
Apena menegaskan bahwa mengakomodir putra putri terbaik bangsa dari daerah kepulauan seperti Talaud, Sangihe dan Sitaro (Nusa Utara) memiliki makna filosofis yang mendalam berkaitan dengan sikap patriotis masyarakat, mengingat Nusa Utara sebagai daerah Perbatasan yang dikenal sebagai Beranda Utara NKRI.
“Kami memiliki kerinduan melihat generasi terbaik bangsa yang berasal dari kepulauan sebagai Beranda Utara NKRI mendapatkan kesempatan dalam kesetaraan untuk mengabdi sebagai anggota polri sekaligus menjadi kebanggaan warga Nusa Utara”. Ujar Apena.
Selanjutnya Apena memberikan pernyataan bahwa mestinya keterwakilan dari daerah kepulauan harus menjadi pertimbangan prioritas mengingat masyarakat yang ada kepulauan sebagai daerah perbatasan menjadi benteng hidup dalam NKRI yang wajib di topang dengan sikap patriotis.
“Kami minta kepada yang terhormat bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk berkenan menambah jatah calon Taruna ataupun Taruni di Sulawesi Utara dengan memberi kesempatan untuk mengakomodir keterwakilan suara publik dari daerah kepulauan”. Pungkas Aktivis yang selalu pantang menyuarakan kesetaraan.
Dalam catatan Redaksi bahwa aspirasi publik dari daerah kepulauan untuk penambahan kuota calon Taruna/taruni di Sulawesi Utara terus mengalir dengan deras mengingat keterwakilan personel Polri yang mengabdi kepada bangsa dan negara khusus dari wilayah kepulauan/terluar memili jumlah yang sangat defisit. (PM/Red***)













